Desa Kita

WARGA KAMPUNG RAHAYU KECEWA, PEMBORONG DITUDING LAKUKAN PENGURANGAN PANJANG PROYEK SEPIHAK

DOLOK PANRIBUAN – Mitra Simalungun, Warga Kampung Rahayu Nagori Lumban Gorat Kecamatan Dolok Panribuan merasa kecewa. Pasalnya, proyek rabat beton dikerjakan di Kampung Rahayu terjadi pengurangan panjang proyek secara sepihak yaitu, dari panjang awal sepanjang kurang lebih 250 meter menjadi panjang kurang lebih 170 meter.

Kepada awak media mitrasimalungun.com, Rabu (20/12/2017) mengatakan, awalnya senang mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun melalui perbaikan jalan dengan proyek rabat beton sepanjang kurang lebih 250 meter.

Tetapi, sekarang sudah selesai dikerjakan dengan panjang kurang lebih 170 meter. Dimana, hari ini (Rabu, 20/12/2017) para pekerja sudah pulang ke rumah masing – masing.

Sebagai warga merasa kecewa, karena, tidak ada pemberitahuan informasi dari pihak terkait dengan adanya pengurangan panjang secara sepihak.

Selain itu juga, dirinya mengaku tidak mengetahui siapa rekanan atau pemborong, berapa anggarannya, sumber anggaran.

Karena, sampai sekarang tidak ada papan transparansi di lokasi. Akibatnya, sebagai warga merasa kesulitan melakukan control pada saat pengerjaan.

Selama pekerja mondok atau menginap di rumah salah satu warga lanjutnya, diperoleh informasi yang belum pasti dari pekerja bahwa proyek itu merupakan milik anggota DPRD Simalungun diduga bermarga Sibarani dan pemborongnya bermarga Manalu.

Sekretaris Maujana Nagori Lumban Gorat, Donatus Turnip yang saat itu ikut dilokasi mengatakan, bahwa proyek itu merupakan proyek siluman.

Karena, tidak ada papan proyek di lokasi kegiatan. Wajar, warga sekitar mengalami kesulitan melakukan control selama proses pengerjaan.

Dirinya juga mengaku bingung, sebab lokasi proyek berada di HGU (Hak Guna Usaha) Afdeling IV Kebun Marihat PTPN IV .

Sepengetahuan dirinya, pemkab tidak dapat mengerjakan proyek rabat beton di lokasi HGU sebelum ada pelepasan dari pihak pemilik HGU.

Pangulu Nagori Lumban Gorat Sariputdin Turnip mengaku heran dengan sikap rekanan atau pemborong yang enggan memajang papan transparansi di lokasi.

Kedepankan, diharapkan pemerintah selaku pemberi jasa agar memerintahkan para penerima jasa untuk transparan dengan memasang plank proyek.

Sehingga, warga dapat melakukan mengetahui dan mengontrol kegiatan proyek.
Asisten Afdeling IV Kebun Marihat S Sirait juga mengaku belum mendapat informasi dari pihak terkait tentang pelaksanaan proyek rabat beton itu.

Pantauan awak media dilokasi, tampak proyek rabat beton sudah selesai dikerjakan. Sementara diujung kegiatan, dipasang penghalang jalan sebagai tanda belum dapat dilalui karena masih belum kering.

Begitu juga dengan mesin molen masih berada di lokasi. Sementara sampah material seperti kerikil, pasir masih berserakan di lokasi sehingga pandangan mata kurang rapi.

Begitu juga bungkusan semen ukuran 40 kg bertuliskan gajah putih juga berserakan di lokasi.
Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, belum berhasil pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi. (JS).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top