Batu Bara-Asahan

Wakwow…!!! Ada Dugaan Anggaran Bocor Di Dinas Perkim Pemkab Batubara

Keterangan Foto : Aksi massa yang pernah digelar akibat sejumlah dugaan penyelewengan di Dinas Perkim Batubara.(bp).

* LARI Bakal Lapor Ke Aparat Penegak Hukum

Mitra Simalungun || Terkait dugaan bocornya anggaran tahun 2017-2018 di dinas Perkim (Perumahan dan pemukiman -red) pemkab Batubara yang kini mulai menjadi polemik dan terus berkembang menjadi “semesta pembicaraan” publik oleh berbagai kalangan. Aktivis Pemuda Laskar Anak Neger (Lari) berjanji akan segera melaporkan kasus ini kepada pihak penegak hukum setempat.

Kamis (10/1/2019) sekira pukul 17.00 wib, diungkapkan Koordinator Divisi (Kordiv) Investigasi LARI Badrus Salam, saat didampingi Muhammad Akbar, kalau pihaknya sudah pun menyusun bundelan terkait dugaan manipulasi dan penyalahgunaan kewenangan (penyelewengan) dalam mengelola keuangan negara di OPD Perkim pemkab Batubara.

Pengelolaan keuangan negara di OPD Perkim Pemkab Batubara itu sendiri menurut Badrus Salam sangat diduga kuat sudah berjalan secara masiv dan berlangsung turun temurun sejak tahun 2017-2018, sehingga bila dikalkulasikan nilainya sudah mencapai sejumlah Miliyaran rupiah.

“Kita sudah siapkan data dengan lengkap dan akan segera melayangkan kasus Dugaan “Penyelewengan” pengelolaan anggaran tahun 2017-2018 yang bernilai milyaran rupiah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kabupaten Batubara akan segera diungkap”, harapnya.

“Benar bahwa dalam waktu dekat akan menyampaikan laporan tertulis kepada aparat penegak hukum terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam mengelola keuangan negara tersebut”, ujarnya tanpa merinci item apa saja yang menjadi materi dalam pokok laporan yang akan mereka sampaikan.

Lebih lanjut dijelaskan Badrus Salam, tentang dugaan penyelewengan yang dikhawatirkan sebagai tindakan memperkaya diri sendiri yang dilakukan secara bersama-sama oleh banyak oknum, begitu terindikasi telah melawan hukum dan jelas sangat merugikan keuangan daerah itu. Apalagi terkait dengan kegiatan belanja pegawai yang meliputi operasional, perjalanan dinas dan honorarium dan belanja pakai habis.

“Kita melihat pada beberapa item kegiatan dalam anggaran yang tercantum pada OPD Perkim setiap tahunnya nyaris selalu sama, bahkan diduga kuat meeupakan hasil copy paste dari tahun tahun sebelumnya dengan modus operandi yang diduga kuat sengaja disamakan pula dalam upaya mengelabui audit oleh badan pemeriksa keuangan (BPK).

“Modusnya hampir sama dan item kegiatan juga hampir sama setiap tahunnya, kita sudah kumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan dari beberapa oknum terkait saat melakukan investigasi, kita lihat saja kali ini akan terjadi ibarat kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga”, imbuh Badrus Salam dengan nada tegas. (BP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top