Simalungun-Siantar

USIA 87 TAHUN TETAP KOMIT IKUTI PROGRAM PETANI SAWIT BERKELANJUTAN

SIMALUNGUN ( SUMUT ) – MITRA SIMALUNGUN, Ada yang unik saat Giat Asisosiasi SAMADE yang menggelar Pelatihan Petani Sawit Berkelanjutan didukung PTPN4 yang dilaksanakan di Aula Wisma Sitalasari PTPN4 Bah Jambi, yaitu seorang Tokoh Agama dari Kecamatan Pematang Bandar H. Ibrahim Silalahi sebagai peserta tertua dengan usia 87 Tahun, tetapi semangat beliau perlu diapresiasi karena beliau masih betah mendengar, mencatat dan bertanya saat pelaksanaan ” Pelatihan Petani Sawit Berkelanjutan ” tersebut.

Amatan Mitra Simalungun, sosok H. Ibrahim Silalahi, merupakan sosok yang sangat memahami betapa pentingnya ilmu pengetahuan, agar segala upayah dapat dilaksanakan agar lebih terarah, dan tepat sesuai dengan yang semestinya.

Aprisiasi ini mendapat respon positif dari panitia kegiatan, dan Pengurus Asisiasi SAMADE Kab. Simalungun.

Menurut Ketua DPD SAMADE Kab. Simalungun Muchtar Sudito Sinaga, SP, MM mengatakan,” Bapak H. Ibrahim Silalahi, merupakan peserta pelatihan tertua dengan usia 87 tahun, masih tekun untuk menimbah ilmu, beliah terlihat semangat, beliau perlu diapresiasi karena beliau masih betah mendengar, mencatat dan bertanya saat pelaksanaan Pelatihan Petani Sawit Berkelanjutan, yang dilaksanakan DPD SAMADE Kabupaten Simalungun,” ucap Muchtar Sinaga.

Hal yang sama dikatakan Sekretaris DPD. SAMADE Kab. Simalungun Edi Suryadi Sinaga, S Pdi kepada Mitra Simalungun mengatakan,” Bapak H. Ibrahim Silalahi, yang sudah tua sekalipun tidak hanya ingin bergabung dengan samade simalungun, tapi antusias dalam mengikuti pelatihan bahkan beliau mengatakan akan berkomitmen untuk tetap mengikuti program sawit berkelanjutan karena beliau juga merupakan petani sawit asal simalungun,” tukasnya.

Sementara saat kami menghampiri H. Ibrahim Silalahi dan bertanya, berapa luasan kebun sawit Bapak, sejak tahun berapa dan kenapa mau ikut pelatihan ini?

H. Ibrahim Silalahi menjelaskan,” Luasan kebun sawit saya sedikit nak, hanya 0.8 Ha dan menjadi petani kebun sawit sudah saya lakukan sejak warisan dari orangtua saya masih hidup (tidak ingat tahun berapa) dan dari kebun itu saya bersama anak-anak memenuhi kebutuhan hidup jasmani dan rohani, dan alasan saya ikut pelatihan ini karena keinginan tahuan bagaimana kebun kecil saya bisa memiliki produksi yang banyak, sehingga generasi berikut saya akan menikmatinya. Kemudian saya tertarik mengikutinya, karena baru inilah ada Asosiasi sawit bekerjasama dengan PTPN IV untuk berbagi ilmu bagi petani seperti kami,” tandasnya.|| red.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top