Ragam

TRUK PASIR DITERTIPKAN POLSEK PERDAGANGAN

SIMALUNGUN – Mitra Simalungun, Truk Angkutan pasir, ditertibkan petugas Polsek Perdagangan.

2 unit dam Truk Canter diamankan, ber No. Pol.: BK 9549 FA dan BK 8299 WA yang dikemudiakan oleh Sumardi (60), Warga Totap Majawa Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun dan Muliadi (23), Warga Tanah Jawa Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun, Rabu (20/12-2017) sekira jam 11.30 Wib.

Kedua unit truk tersebut diamankan dari jembatan sungai Bahbolon Jalan Umum Perdagangan – Lima Puluh Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun saat sedang mengangkut muatan pasir dalam keadaan basah.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah masyarakat Kecamatan Bandar dengan Pengusaha Galian C yang dimediasi oleh Uspika Kecamatan Bandar, bertempat di Ruang Harungguan Kantor Camat Bandar pada hari Jumat lalu (24/11-2017), sekira Jam15.00 Wib.

Musyawarah itu sendiri didasari adanya aksi unjuk rasa masyarakat Perdagangan pada hari Selasa  (21/11-2017) lalu, yang menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain permasalahan debu pasir di jalan umum Kota Perdagangan dan permasalahan sampah di Kecamatan Bandar serta Permasalahan Jalan rusak di Kecamatan Bandar.

Diketahui bahwa dari pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, diperoleh  kesepakatan mengenai permasalahan debu pasir di jalanan Kota Perdagangan, antara lain :

* Mobil Truk dilarang membawa pasir dalam keadaan basah.

* Pengusaha bersedia membuat tandon pasir sebelum diangkut.

* Pengakut pasir harus menggunakan terpal untuk menghindari pasir berterbangan.

* Pengusaha bersedia menjaga kebersihan lingkungan Kelurahan Perdagangan I dan Nagori Perdagangan II dan jalan yang dilalui angkutan pasir.

* Pengusaha bersedia menyisihkan kontribusi untuk dana kebersihan.

* Apabila Truk tertangkap basah membawa pasir dalam keadaan basah maka bersedia ditindak aparat keamanan.

* Apabila melanggar kesepakatan ini maka usaha pasir bersedia ditutup Pemerintah.

Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat dalam musyawarah tersebut, yakni pada poin ke enam (Apabila Truk tertangkap basah membawa pasir dalam keadaan basah maka bersedia ditindak aparat keamanan), terhadap kedua angkutan itu diberi tindakan disertai bukti pelanggaran (tilang) selanjutnya diamankan ke Mapolsek Perdagangan.|| rel.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top