Pendidikan-Olahraga

SMP Negeri 3 Jorlang Hataran Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

Photo : Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Jorlang Hataran, Rosita Damanik, SPd

Jorlang Hataran – Mitra Simalungun, Meski sudah lima tahun berdiri, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Jorlang Hataran, Simalungun masih jauh dari fasilitas yang sempurna sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang mengatur.

Karena itu, sekolah tersebut masih butuh perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Ketika awak media ini menyambangi lokasi sekolah, Selasa (10/10/2017), terlihat bahwa kondisi gedung sekolah dan suasana SMP Negeri 3 Jorlang Hataran tidak kondusif yang mana masih diwarnai suara ribut dari siswa SD  yang gedung sekolahnya bersamaan dengan SMP tersebut.

Sementara bangunan yang dipergunakan sekolah untuk menimba ilmu masih cenderung bangunan lama.

Kepala sekolah (Kasek) SMP Negeri 3 Jorlang Hataran, Rosita Damanik, S.Pd saat ditemui diruangannya mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya itu sejak bulan Nopember tahun lalu belum mendapatkan bantuan bangunan dari pemerintah seperti ruang perpustakaan.

Dikatakan Rosita, jumlah dana BOS yang diterima sekolah dengan jumlah siswa 139 orang masih minim untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Lebih lanjut Kasek mengatakan bahwa jumlah guru honor PTT yang bersumber dari dinas sebanyak 9 orang. Sedangkan honor TU 1 orang dan honor guru agama Islam 1 orang. Sementara jumlah siswa secara terperinci yakni kelas 7 sebanyak 33 orang, kelas 8 sebanyak 41 orang, dan kelas 9 sebanyak 65 orang.

Ketika dipertanyakan semakin menurunnya jumlah siswa, dan pada saat dirinya menjabat hanya 33 orang, sang Kasek berdelik dengan alasan letak geografis sekolah yang seolah olah  terhimpit lokasi bagian bawah pemukiman warga sudah dekat dengan kotamadya pematangsiantar dan lokasi bagian atas sudah mengarah ke SMP Negeri 1 Jorlang Hataran.

Ketika diminta informasi tentang dana BOS, Rosita Damanik sepertinya buang bola kepada atasan dengan mengarahkan awak media bertanya kepada Dinas Pendidikan kabupaten Simalungun.”Sudah lebih pintar orang bapa, tanya saja ke Dikjar,”elaknya.

Ditempat yang sama, Ketua komite sekolah SMP Negeri 3 jorlang hataran, Lintong Siahaan mengakui jumlah siswa yang mendaftar setiap tahun semakin merosot. Namun dirinya mengatakan permasalahan disiplin dilingkungan sekolah lambat laun semakin meningkat. “Itupun kita sampaikan nanti kepada kepala sekolah saat rapat ya,” janjinya.

Ditempat terpisah  R.Naibaho pengamat pendidikan mengaku prihatin melihat kondisi sekolah baik dari kualitas dan kuantitas yang tidak memenuhi standard.

Menurunnya jumlah siswa, menurut Risdon, tidak lepas dari kualitas para pengelola sekolah. Jika pengelolaannya bagus, dari daerah lain pun pasti datang berbondong-bondong untuk sekolah, ini ko bisa seperti ini. Untuk itu pemerintah kabupaten Simalungun melalui instansi terkait agar memberikan perhatian yang sangat serius sebelum sekolah itu gulung tikar karena tidak diminati masyarakat,” harapnya.(ASia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top