Desa Kita

Sistem Keuangan Desa se-Kecamatan Bandar Huluan Amburadul, Kadis Pemberdayaan dan Desa Simalungun Berang

SIMALUNGUN – Mitra Simalungun, Kepala Dinas Masyarakat dan Desa (DPMD), Kab. Simalungun Lurinim Purba, kunjungi ke Kecamatan Bandar Huluan, di Kantor Pangulu Nagori Laras Kec. Bandar Huluan, Rabu (04/10), sekira jam 14.00 Wib.

Kunjungan itu dalam rangka memeriksa Keuangan Desa se Kecamatan Bandar Huluan, dihadiri perangkat nagori dan Pangulu se Kecamatan Bandar Huluan.

Amatan Mitra Simalungu di tempat, Kepala Dinas merasa kecewa dengan perangkat desa, pasalnya tidak ada pekerjaanya tidak selesai, tentang pekerjaan Aplikasi Siskuedes, buku kas tidak ada transaksi apapun dari januari, membuat Kadis DPMD berang kepada perangkat Nagori yang hadir.

” Sekarang Pengawasan Pemerintahan terhadap Dana Desa sudah sangat ketat, bisa saja sebagai pengantar barang di desa, bisa saja sebagai pedagang, ternyata mereka BPK, atau KPK,” ucap Lurinim Purba.

” SPP permintaan dari TPK, ditujukan kepada Pangulu, bukan kepada bendahara, yang aneh saat ditanya kadis apakah tugas bendahara, tidak satupun yang mengetahui tugas bendahara, hal itu semakin berang kadis, sudahkah di bukukan, padahal masa jabatan ada yang mencapai 5 tahun, bahkan sampai 10 tahun menjadi bendahara, tapi tidak bisa bekerja, tentang catatan keuangan, biasakan bicara yang sebenarnya,” ujar Kadis.

” Padahal sudah berkali-kali mengikuti pelatihan, kami hanya melakukan pembinaan, tapi tidak ada artinya,” ucap Kadis.

Kadis menjelaskan,” semestinya Bendahara itu tugasnya adalah , menerima, membayarkan, mencatatakan, dan melaporkan, itulah seharusnya, kalau tidak ada dasarnya jangan dibayarkan, sesuai dengan permintaan,” ucapnya.

” Dana Desa diambil dari Bank sesuai SPP, tindak lanjut SPP adalah bukti pengeluaran Kas, harus ada bukti penerimaan dari TPK, atau bukan kepada TPK kalian bayarkan, kepada siapapun uang di keluarkan harus ada kwitansi yang dibayarkan, sebagai bukti pengeluaran Kas, kalau tidak ada bukti pengeluaran Kas, bagaimanakah di bukukan di dalam buku Kas Umum,” ucapnya.

Kepada Panglu dan Perangkat Kadis menegaskan,” saya kasi waktu 3 hari untuk menyelesaikan ini, karena untuk pertanggungjawaban tahap pertama, agar pencairan tahap ke dua dapat direalisasikan, kalau Buku Kas dalam 3 hari ini harus di isi,” ucap Kadis.

” Cara mengisi buku kas, tanggal 2 januari saldo kas tahun lalu, diambil dari Bulan Desember tahun lalu, yaitu tahun 2016, penerimaan, kalau tidak ada transaksi, kosongkan sampai 31 Januari, jangan ada pembukuan di hari libur, jumlahkan, dan pada bulan berikutnya, tulis penerimaan,” tandasnya.|| LE, WHBB, SAB.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top