Agro

SIKAP GOTONG ROYONG MERUPAKAN REVOLUSI MENTAL PETANI MENUNJANG PRODUKSI PANEN

PEMATANG BANDAR – Mitra Simalungun, Antusiaspara Masyarakat terutama para Petani saat ini, dinilai sangat menurun dalam bercocok tanam padi, pasalnya biaya pengolahan dan biaya perawatan yang tinggi, belum lagi resiko kegagalan panen akibat hama, bahkan yang lebih miris harga gabah selalu tidak sesuai dengan biaya pengolahan dan perawatan.

Hal inilah yang menginspirasi Agus Edi Santoso salah seorang Petugas PPL Nagori Purbaganda Kecamatan Pematang Bandar, untuk merawat Singgang Padi hingga menghasilkan.

Kepada Mitra Simalungun, Senin (6/8) Agus Edi Santoso mengatakan,”Saat sekarang ini merupakan saat yang traumatis bagi para petani untuk bersemangat menanam padi, karena biaya pengolahan dan perawatan yang tinggi, disamping itu harga gabah padi selalu tidak sebanding dengan harga yang dikeluarkan petani, sehingga kehidupan petani kita kurang sejahtera.

Sehingga dengan situasi seperti ini, tidak menutup kemungkinan petani padi sawah akan mengalihfungsikan lahannya ketanaman yang lain”. Kata Agus Edi santoso yang kerap dipanggil Toso, menjelaskan situasi dan kondisi pertanian.

Toso menyebutkan, “Dengan situasi dan kondisi seperti inilah, muncul inspirasi saya untuk merawat dan mengembangkan batang padi pasca panen yang disebut singgang Padi, dengan perawatan pemupukan dan pasti akan menghasilkan.

Setelah melalui percobaan dan pengubinan yang saya lakukan, ternyata memang bisa menghasikan, dan hasilnya sangat memuaskan bisa mencapai 5 sampai 8 ton/ hektar.

Hal ini sangat bisa membantu perekonomian petani, Karena dengan merawat singgang padi, sudah bisa menghemat biaya pengolahan, karena dengan sekali pengolahan bisa panen 2 kali”. Jelas Toso.

“Namun untuk itu, saya sangat berharap dukungan para petani dan semua pihak serta instansi Penerintahan agar tetap menyuarakan untuk merawat singgang padi, sebagai kegotong royongan dalam menciptakan Revolusi Mental Petani.

Karena jika ingin Damai dan Makmur, kita harus tanam padi, itulah salah satu kambang kedamaian dan kemakmuran, beras adalah bahan pokok yang paling utama, tanpa beras kita tidak ada apa apanya, mari tunbuhkan rasa semangat dalam bercocok tanam padi, sebagai bentuk perjuangan dan kebangsaan serta sepenanggungan, gotong royong kebersamaan dan tumbuhkan budi pekerti agar tercapai Indonesia damai dan makmur”. Ujar Toso. || LE.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top