OPINI KITA

Redaksi : Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Sudahkah Terlaksana..???

Rekan Mitra yang Mulia, Dalam UUD 1945, tersurat jelas empat misi besar bangsa Indonesia. Diantaranya, membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Ini bukan sebuah perumusan singkat. Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tak sekadar bermain kata-kata.

Para pasukan bambu runcing jelas menaruh harapan besar pada kita, para generasi penerus bangsa.

Sampai sekarang pun, pembacaan Pembukaan UUD 1945 tetap menjadi agenda rutin di detiap upacara bendera.

Petugasnya selalu membacakan dengan intonasi perlahan, namun tegas.

Namun, sejak kemerdekaan Indonesia, sudahkah negeri ini benar-benar memajukan kesejahteraan umum? Atau telah cerdaskah seluruh rakyatnya?

Beberapa daerah di pedalaman bahkan tak terjamah fasilitas pendidikan memadai.

Sedangkan sekolah-sekolah di daerah perkotaan sudah menggembar-gemborkan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), adanya standardisasi mutu pendidikan dari International Organization for Standardization (ISO), dan sebagainya.

ISO sendiri sebenarnya adalah lembaga nirlaba internasional. Pada awalnya, ISO dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja.

Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi kegiatan dan memperbaiki manajemen organisasi. Baik melalui perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan, dan sebagainya.

Standardisasi untuk bidang pendidikan mulai marak dicanangkan di sekolah-sekolah favorit di Indonesia.

Menjadikan kualitas internasional sebagai tolok ukur, tak pelak satu per satu lembaga pendidikan berlomba-lomba mencapai SBI.

Permasalahannya, sudah siapkah anak-anak negeri ini? Sudahkah pendidikan benar-benar merata di Indonesia? Jika belum, apakah standardisasi internasional itu tidak terlalu dini?

Lantas, mau dikemanakan anak-anak negeri? Tak perlu jauh-jauh, pengamen cilik di lampu merah saja, apakah mereka tidak berhak mengenyam pendidikan?

Pendidikan seolah menjadi kemewahan yang hanya dapat dinikmati mereka yang berstatus tinggi.

Kesenjangan sosial seperti sengaja ditanamkan sejak dini, ke dalam jiwa-jiwa penerus bangsa. Generasi muda yang kelak meneruskan pembangunan Negara.

Lantas, kapan seluruh rakyat Indonesia bisa cerdas? Ironisnya, yang cerdas pun kebanyakan lari ke negeri orang, tak betah di tanah air sendiri. Sisanya menetap disini, malah menjadi tikus-tikus cerdas yang hobi mengerat uang rakyat.

Kembali pada misi besar bangsa Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudah cerdaskah pilihan pemerintah untuk anak-anak negeri?

Cerdaskan Indonesia! Maka rakyatnya akan sejahtera.

Maka, sudah menjadi tanggung jawab bersama kita turut mencerdaskan anak negeri, secara formal maupun non formal, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), yang bermental baja, cerdas, dan optimis dalam menjalani kehidupan, berbangsa dan negara.|| ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top