SEREMONI

POLRES DAN MUI KABUPATEN DELI SERDANG, LAKUKAN KUNJUNGAN SILATURRAHMI KE JEMAAT AHMADIYAH NAMORAMBE

DELI SERDANG | Mitra SimalungunJajaran Polres Deli Serdang dan Polsek Namorambe, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deli Serdang, melakukan kunjungan dalam rangka bersilaturrahmi ke Rumah Missi Jemaat Ahmadiyah Namorambe, pada Sabtu, (12/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Jajaran Polres Kabupaten Deli Serdang mewakili Kapolres yang dipimpin oleh Kasat Intel AKP Amir Sinaga SH. Dalam sambutannya mengatakan, ” Bahwa tujuan utama kedatangan rombongan adalah untuk mempererat hubungan baik dengan warga Jemaat Ahmadiyah yang ada di Desa Gunung Kelawas, Kecamatan Namorambe, juga sekalian untuk mendeteksi dini apabila ada gangguan situasi terhadap keamanan di masyarakat “. Ujar Kasat Intel.

Sementara itu Ketua MUI Kab. Deli Serdang, KH Arifin Marpaung dalam sambutannya, ” Mengatakan bahwa tujuan utama datang ke Cabang Jemaat Ahmadiyah Namorambe adalah karena pentingnya silaturrahim, walaupun berbeda paham, namun kita ini tetap bersatu dalam persaudaraan”.

Lebih lanjut beliau mengatakan “Sebenarnya tidak ada permasalahan urgen untuk saat ini terkait dengan Ahmadiyah di Namorambe, kalau masalah berbeda sudut pandang itu hal yang biasa saja, selama tidak ada masalah radikalisme dan terorisme.

Saya sedikit banyaknya, tahu tentang Ahmadiyah karena beberapa kali ikut shalat di Masjid Taha milik Jemaat Ahmadiyah Singapura ketika masih jadi pengajar di Singapura.

Menjabat sebagai ketua MUI dan juga sebagai Forum Komunikasi Pemberantasan Terorisme Prov. Sumatera Utara di bawah naungan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) tentu saja tujuan kami datang, bukanlah untuk mengucapkan fatwa kepada tokoh-tokoh warga yang tinggal di sini, tetapi betul-betul untuk silaturrahim dan tabayyun. Adapun masalah terkait keagamaan, perbedaan paham, MUI saat ini sudah terbuka dan siap membuka komunikasi agar tidak ada kesalah pahaman.

Untuk Ahmadiyah disini silahkan saja beraktifitas sebagaimana biasa selama pegangannya memang Al-quran dan As-sunnah, yang penting jangan ada paham radikalisme, yang akirnya terjadi gontok-gontokan, hal seperti ini yang harus dihindar justru kita ini harus memupuk persatuan.” Jelas Arifin Marpaung.

Sementara itu kata sambutan terakhir oleh Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Namorambe, Mln. Nasrun Aminullah Muchtar yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian dan MUI yang telah mau datang bersilaturrahim. “Kami merasa tersanjung dengan kedatangan Bapak-Bapak pejabat terhormat, insyaa Allah kami juga akan bersilaturrahim juga ke MUI dan Polres Deli Serdang.

Adapun Jemaat Ahmadiyah di desa ini walaupun kecil dan sedikit tetapi adalah merupakan salah satu bagian dari Jemaat Ahmadiyah secara Nasional yang keberadaannya lebih dari 400 cabang di seluruh Indonesia dan juga bagian dari Ahmadiyah Internasional yang Kantor Missinya ada di 214 negara dengan pengikut ratusan juta jumlahnya”. Mln Nasrun Aminnullah.

Selanjutnya beliau menambahkan bahwa prinsip yang diajarkan di Jemaat Ahmadiyah ini sudah bersesuaian dengan mengikuti ajaran Alquran yaitu warga Ahmadiyah harus taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri (Pemerintah). Dan juga kecintaan kepada negara itu sangat digaungkan di Ahmadiyah karena merupakan bagian dari iman, begitu juga secara organisasi Jemaat Ahmadiyah berasaskan pancasila. Jemaat Ahmadiyah juga organisasi yang legal dan sah karena sudah lama memiliki Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 tahun 1953.

Dari segi akidah, Ahmadiyah ini adalah Islam karena rukun iman dan rukun islamnya sama, bacaan syahadat sama, cara sholat sama, puasa di bulan Ramadhan juga dan anggota Ahmadiyah semuanya naik haji ke Mekkah. Jadi kalau ada yang mengatakan di luar itu, itu hanya fitnah belaka.

Perbedaan hanya pada masalah tentang sosok Imam Mahdi saja, yaitu orang-orang Ahmadiyah sudah meyakini bahwa Imam Mahdi itu sudah datang dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as.

Selain itu Jemaat Ahmadiyah bergerak dalam bidang keagamaan yaitu untuk memajukan Agama Islam dengan banyak membangun masjid di berbagai negara di dunia dan juga bergerak di bidang sosial seperti membangun rumah sakit, sekolah dan bantuan terhadap bencana alam.

Dan pesan terakhir dari kami adalah sabda Rasulullah SAW bahwa yang disebut Muslim itu adalah orang yang memberikan keselamatan kepada orang lain dari gangguan kejahatan lisan dan tangannya, hal ini sejalan juga dengan motto kami Love For All Hatred For None, yaitu cinta untuk semua orang dan tiada kebencian bagi siapapun.” Tambahnya.

Acara pun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab sambil menikmati hidangan teh hangat dan makanan ringan.|| jlt

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top