Hukum-Kriminal

POLRES BATU BARA MUSNAHKAN BARBUT GANJA MILIK IRT TANJUNG TIRAM

Photo: Satuan Narkoba Polres Batubara menunjukkan  lebih kurang 10 kg daun ganja kering siap untuk dimusnakan, Rabu (18/10) sekira pukul 10.00 wib, Nur (42) tersangka pemilik daun ganja kering seberat 9,64 kg (baju oren).

BATUBARA – Mitra Simalungun, Satuan Reserse Narkoba Polres Batubara dihadiri beberapa lintas instansi terkait, melaksanakan pemusnahan barang bukti dalam kasus narkotika jenis daun ganja kering sebanyak 9,64 kilogram, milik seorang Ibu Rumah Tangga (IRT -red) dihalaman Mapolres tersebut, pada Rabu, (18/10).

Tersangka Nur (42) warga Gang Cirit dusun  II  Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram yang memiliki empat orang anak itu juga sengaja dihadirkan. Saat di lokasi pemusnahan, Nur pun mengakui bahwa barang haram berupa ganja kering yang ditemukan petugas di kandang ayam belakang rumahnya, sebenarnya adalah milik BN suaminya yang kini masih menjadi buronan Polisi.

Dihadapan beberapa media yang melaksanakan peliputan,  Nur mengatakan “Pagi itu suamiku hendak memperbaiki sepeda motor nya.

Dan dia (suami Nur – red) bilang sekalian mau minum kopi diwarung.Terus dibilang lagi, nanti ada datang pembeli orang Simpang Empat. Tapi bersamaan dengan pembeli, datanglah Polisi masuk. Seketika itu juga, aku ikut dibawa oleh Polisi,” bilang Nur disela-sela pembakaran barang bukti ganja miliknya di Mapolres Batubara.

Pantauan wartawan koran ini, terlihat dalam pemusnahan barang bukti tersebut, Kapolres Batubara AKBP Dedy Indriyanto S.Ik, Kajari Batubara Eko Adhyaksono, Kasat Pol PP Radiansyah, KTU Kemenag Batubara H Ahmad Sofyan MA, MUI H M Yus, Ketua KNPI Juri Freza dan tokoh masyarakat lainnya.

Kapolres Batubara Dedy Indriyanto S. iK, M. Si membeberkan, dalam kurun waktu Januari sampai dengan Oktober Polres Batubara menangani168 kasus narkoba, jumlah tersangka 206 orang. Barang bukti yang berhasil disita  23,3 kg ganja, 35 butir extacy dan 1,89 ons sabu.

“Kedepan, kita akan meningkatkan tindakan preventif pada usia pelajar, akan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan agar dimasukkan ke kurikulum. Sebab saat ini usia sekolah rawan dengan dipengaruhi narkoba”, ujar Dedy.

Usai pemusnahan, terlihat dalam tahanan Sat Res Narkoba Polres Batubara Nur melamun dan merenungi nasibnya akibat ulah suaminya sehingga dirinya yang harus bertanggungjawab secara hukum.

“Empat anak yang harus berpisah dariku pak.  Yang paling kecil baru berusia 8 tahun.  Menurut anakku yang paling besar ayahnya pun tak pernah menengok mereka, malah ada kabar aku mau diceraikannya. Entahlah macamana lagi mau dibuat,” ujar Nur

Sebelumnya Nur dibekuk petugas Polsek Labuhan Ruku dirumahnya bersama pelanggannya SRN, alias Ijal,28, warga jalan Beringin Dsn II Desa Bogak, Kec .Tanjungtiram, Kab Batubara, Kamis (28/9) sekira pukul 09.00 Wib.

Keduanya saat ditangkap sedang bertansaksi dengan barang bukti 3 amp ganja senilai Rp. 20 ribu, petugas  lakukan penggeledahan dirumah Na dan tak lama kemudian petugas menemukan satu ember besar warna merah maron yang didalamnya berisi ganja kering yang disimpan tersangka di dalam kandang ayam di belakang rumahnya.

Dalam kasus ini petugas mengamankan barang bukti satu goni plastik warna putih yang berisikan sekitar 10 kilogram daun ganja. Tiga amp ganja, uang sebesar Rp 20.000, satu buah ember besar warna merah maron. Pada saat penangkapan itu suami Na, Bn yang sehari-harinya sebagai tukang ojek keluar rumah  berada diwarung kopi.

Untuk tersangka Nur yang disangkakan selaku bandar ganja dikenakan pasal 114 ayat 2, sedangkan SRN alias Ijal selaku pembeli dikenakan pasal 111 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman 5 tahun keatas.(Bima).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top