Agro

PETANI DI KECAMATAN DOLOK PANRIBUAN KELUHKAN KINERJA PPL

DOLOK PANRIBUAN – Mitra Simalungun, Gagalnya panen tanaman petani jenis padi, jagung di Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun tepatnya di Nagori Lumban Gorat dan Ujung Bondar dianggap karena kurangnya perhatian dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat. Selain itu juga, PPL malas turun ke lapangan.

Bahkan, saat petani mengalami kesusahan terkena hama dan mendapatkan permasalahan di atas lahan sawah, penyuluh tidak pernah kelihatan batang hidungnya.
Keluhan itu diutarakan salah seorang petani, Hari Sinaga kepada awak media mitrasimalungun.com, Rabu (6/12/2017).

Seharusnya tambahnya, seharusnya PPL itu bisa memberikan masukan dan informasi mengenai pangsa pasar tanaman petani. “Sebab selama ini PPL yang ada di sini pasif, dan tidak begitu memberikan solusi yang baik kepada petani. Misalkan saja mencarikan solusi terkena penyakit tanaman jagung,” paparnya.

Terpisah, kepala UPTD Pertanian Kecamatan Dolok Panribuan, R Pakpahan ketika dikonfirmasi di kantornya tidak berhasil ditemui.

Menurut salah seorang salah seorang pegawai yang saat itu berada di kantor mengatakan bahwa, R Pakpahan sedang ke lapangan.

Ketika ditanya siapa PPL di Nagori Ujung Bondar dan Lumban Gorat, pria berkulit hitam manis itu mengaku bahwa ibu M boru Tambunan yang bertugas di kedua nagori itu. “Ibu itu tinggal di Siantar,” ujarnya tanpa merinci dengan jelas alamatnya dengan alasan kurang mengetahui. (JS).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top