Peringati HUT Tebingtinggi, 400 Anak Kurang Mampu Ikut Sunat Massal

Peringati HUT Tebingtinggi, 400 Anak Kurang Mampu Ikut Sunat Massal

by -
0 4
Mitra Simalungun : Liputan Berita Terpercaya

Tebingtinggi-Mitra Simalungun, Dalam memperingati HUT Kota Tebingtinggi yang ke 100, Dinas Kesehatan kota Tebingtinggi menyelenggarakan bhakti sosial sunat massal kepada 400 anak kurang mampu se Kota Tebingtinggi.

Walikota Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tebingtinggi komitmen untuk membantu warga kurang mampu terutama dibidang kesehatan.

Dalam menyambut Hut Tebingtinggi ini, melalui Dinas Kesehatan diharapkan bisa terus menjalankan program bhakti sosial gratis dalam kegiatan sunat massal, operasi bibir sumbing dan operasi katarak.

” Ini kita lakukan untuk membantu masyarakat Kota Tebingtinggi yang kurang mampu. dan diharapkan kepada masyarakat untuk mendatangi Kantor Lurah untuk mendaftarkan keluarganya mengikuti program sunat massal, operasi bibir sumbing dan operasi katarak. masyarakat jangan takut, semuanya gratis kita berikan,” pinta Umar Zunaidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekretarisnya, Azhar mengatakan sunat massal dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Jalan Gunung Lauser Kota Tebing Tinggi.

Sunat massal gratis dilaksanakan per Kecamatan yang ada di Lima Kecamatan se Kota Tebingtinggi, peserta sunat massal gratis ditangani oleh dokter dan petugas medis yang sudah berpengalaman dibidangnya.

” Anak yang mengikuti sunat massal geratis mendapatkan bantuan obat sampai sembuh dan perobatan geratis di puskesmas dekat tempat tinggalnya, selain itu, peserta sunat massal mendapatkan tali asih transport,”jelas Azhar, Kamis (13/7).

Salah seorang orang tua peserta sunat massal, Efendi warga Kelurahan Tanjung Marulak mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota TebingTinggi yang telah membuat program sunat massal sehingga bisa membantu para orang tua yang berpenghasilan rendah.

” Sangat terbantu warga kurang mampu dengan adanya sunat massal gratis, orang tua tidak terbebani untuk menghitankan anaknya, malah warga mendapat uang transport dan pengobatan geratis hingga sembuh,” ujarnya.

Terlihat dalam sunat massal itu, dokter dan perawat sedikit kewalahan menghadapi anak-anak yang mau disunat karena ketakutan, bahkan karena ketakutan disunat ada yang melarikan diri pulang dan ada yang berteriak keras sambil menangis karena kesakitan, ada juga ada yang tertawa saat dilakukan sunat. ( Rey)