Sergai-Tebing Tinggi

Peringatan HAB di Tebingtinggi Aparat Kemenag Jangan Bekerja dengan ‘Kacamata Kuda’

Tebingtinggi – Mitra Simalungun, Wakil Walikota Tebingtingi H Oki Doni Siregar saat membacakan amanat Menteri Agama RI Lukmanul Hakim Saifuddin mengingatkan seluruh aparatur Kementrian Agama, bahwa tantangan kedepan semakin berat dan tuntutan publik semakin tinggi, terbuka serta spontan, untuk itu diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespon tuntutan masyarakat terhadap kementerian agama.

“ Kita tidak boleh lagi bekerja dengan ‘kacamata kuda’ dengarlah aspirasi dari berbagai arah agar dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik,” hal itu disampaikan Wawako Tebingtinggi saat memimpin upacara resmi peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke 72 yang bertema ‘Terbarkan Kedamaian’, Rabu (3/1), di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo kota setempat.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Kementerian Agama hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian agama menyertai denyut nadi kebangsaan kita,” ujarnya.

Melihat amat pentingnya tugas tersebut, maka pada setiap diri aparatur kementerian agama melekat beberapa misi yang saling terkait.

Misi itu antara lain, mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antar umat beragama.

“Kepada saudara-saudara yang bekerja di kemeterian agama diharapkan agar bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat,” pesannya.

Oleh karena itu, fokus perhatian kita jangan hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun, penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal.

Dikatakan bahwa, hari ini merupakan hari paling membanggakan bagi keluarga besar Kementerian Agama, karena pada 3 Januari 1994 Kementerian agama resmi berdiri sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan. Dan pada hari itu pula Indonesia mengukuhkan sebagai Negara yang pertama kali memiliki kementerian di bidang agama.

Pada kesempatan itu, Menteri Agama RI berpesan kepada seluruh jajaran kementerian agama, marilah memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan.

“Mari kita jalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan,” tegasnya.

Puncak peringatan Hari Amal Bakti ke 72 di Kota Tebingtinggi yang dihadiri Kepala Kantor Kemenag Tebingtinggi HM Hasbie, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK serta para pimpinan OPD se Tebingtinggi tersebut diisi diwarnai dengan pemberian bingkisan kepada 4 orang PNS Kemenag Tebingtinggi yang memasuki masa purna bhakti serta peragaan busana adat yang dibawakan oleh murid-murid madrasah Diniyah Awwaliyah dan Madrasah Ibtidaiyah Tebingtinggi.(Rey).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top