Pariwisata-Budaya

Perhatian Pemkab Simalungun Minim Terhadap Objek  Wisata Pemandian Karanganyar

Gunung Maligas-Mitra Simalungun, Minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, objek wisata Pemandian Karanganyar, di Kecamatan Gunungmaligas, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara beralih fungsi menjadi tempat cuci pakaian oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.

Hasil pantauan Mitra Simalungun, objek wisata andalan Kecamatan Gunungmaligas yang sebelumnya memiliki air berwarna biru jernih dengan pantulan cahaya matahari yang indah, kini tidak lagi terlihat. Bahkan, fasilitas seperti Kolam renang untuk anak-anak, bangku dan taman yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat, tidak terawat lagi.

Di tambah banyaknya tempat-tempat lesehan yang dibuat tepat di bibir aliran sungai di dekat lokasi sumber mata air, menambah jeleknya pemandangan sungai.

Menurut Bapak Nikman selaku toko masyarakat,” Obyek wisata ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemkab Simalungun, dan oknum yang tidak bertanggungjawab yang tinggal di sekitar, memanfaatkan lokasi tersebut untuk kepentingan pribadi, yakni dengan mengubah kawasan hutan alam yang ada di sekitar lokasi objek wisata menjadi lahan parkir dengan cara menebangan pohon-pohon yang notabene dikawasan SP-BUN Laras yang selama ini sebagai kawasan resapan air dari mata air yang ada di sana.

Sumber mata air yang ada disana juga digunakan sebagai sumber untuk air bersih yang pengolahannya di bawa PDAM Tirtaliho yang disalurkan ke Perumahan penduduk daerah sekitar seperti Nagori Karang Rejo dan Karang Sari.

Dengan ulah segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab, dengan mengalihfungsikan hutan alam sebagai daerah resapan air dan juga rumah bagi satwa yang ada disana seperti kawanan monyet hutan yang populasinya kian hari sulit ditemui di daerah hutan alam pemandian karanganyar, menurut warga yang menuturkan bahwa sekarang monyet-monyet yang biasa berada dikawasan hutan ini berpinda ke area ladang, sawah serta menjarah perumahan penduduk dan menjadi hama pengganggu.

“Alangkah baiknya jika obyek wisata ini dibenahi, sehingga nama objek wisata yang dahulu pernah melegenda dapat kembali lagi dan warga yang tinggal di sekitar tidak lagi hanya mencuci pakaian di lokasi tersebut melainkan dapat meningkatkan ekonomi mereka dengan tetap menjaga kelestarian alam dan ekosistem hutannya,” Papar Sekjen DPD LSM GARI Kabupaten Simalungun Siswandi.SH kepada Mitra Simalungun, Jumat (4/8/2017) siang.

” Siswandi, SH juga meminta Disbudparpora Kabupaten Simalungun melalui Bidang Pariwisata harus secepatnya melakukan pembenahan di obyek wisata tersebut. Karena hal itu selain dapat menambah PAD juga membuka lapangan pekerjaan masyarakat sekitar.

Ditambahkan, obyek wisata ini sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar lokasi tersebut. Namun, karena tidak terurus akibat minimnya perhatian dari Pemkab Simalungun, sehingga objek wisata yang dulunya ramai pengunjung, kini terlihat sepi dan akibatnya hanya dimanfaatkan warga mencuci pakaian.

“ Saya harap Pemkab Simalungun melalui Disbudparpora Bidang Pariwisata memberikan perhatian khusus untuk membenahi obyek ini, sehingga bermanfaat bagi daerah terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut,” tandas Siswandi.SH.|| Sukijan ~ red.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top