Simalungun-Siantar

Pengerjaan Proyek Lapen Berbiaya Rp 200 Juta Dikerjakan Pada Saat Malam Hari, Warga Nagori Pamatang Jorlang Hataran Nyaris Bentrok Dengan Pekerja

Photo : Pangulu Nagori Pematang Jorlang Hataran Kec. Jorlang Hataran Saat Di Lokasi Mengamati Bangunan Lapen.

Jorlang Hataran – Mitra Simalungun, Proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) yang sedang di kerjakan di Nagori Pamatang Jorlang Hataran Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun yang sumber dana APBD Kabupaten Simalungun Tahun 2017 berbiaya hampir kurang lebih Rp 200 juta keberadaanya nyaris diberhentikan pengerjaanya oleh puluhan warga setempat pada Jumat (15/12) malam.

Photo : Warga Mengamati Pekerjaan Lapen Di Nagori Pematang Jorlang Hataran.(photo :J Sinaga).

Berdasarkan hasil investigasi dari warga setempat, kegiatan proyek milik Dinas PU Simalungun tersebut, Sabtu (16/12/2017), terlihat kondisi jalan yang persisnya berada di Dusun Bandar jawa, banyak material Lapen seperti kerikil yang dihampar sepertinya tidak terkena Primcoat (aspal hitam) alias aspalnya sangat tipis.

“Kami bersama warga protes dan kepada para pekerja karena kami lihat langsung penyiraman aspal nya dikerjakan pada malam hari dan pada keadaan hujan. Tidak hanya itu saja siraman aspalnya sangat tipis terkesan asal jadi.

Sehingga material kerikil yang di hampar tidak saling mengikat dan menyatu, pemadatan material pun tidak yang menggunakan Stormwalls hanya sekali gilas, dan tidak sesuai dengan petunjuk pelaksaan (Juklak).

Dapat dipastikan kwalitas Lapen tidak terjamin. Untuk menjaga kekondusifan agar tidak terjadi kontak fisik warga lainnya pun melaporkannya kepada Pangulu Nagori Pamatang Jorlang Hataran,” beber warga yang mengaku bermarga Sinaga kepada awak media, Kamis (28/12/2017).

Tidak lama kemudian lanjutnya, Pangulu Nagori pun langsung datang ke lokasi pada malam itu dan memberitahukan kepada instansi terkait.

Besoknya Sabtu (16/12) instansi terkait yang diketahui bermarga Tambunan langsung turun ke lokasi. Pada kesempatan itu juga, Tambunan memberikan informasi tentang proses pengerjaan yang sebenarnya kepada para pekerja.
Warga lainnya bermarga Manik mengatakan, bahwa kegiatan itu milik dinas PU Simalungun.

Pelaksana kegiatan adalah CV. Dian Savira. Dan Sebagai kontraktornya bernama Jaya.

Volume pekerjaan 245 X3,5 meter dengan sumber dana APBD Simalungun 2017. Tetapi, fakta di lapanan berbeda, dimana lebar diketahui 3 meter.

Warga Pamatang Jorlang Hataran berharap kepada Pemkab Simalungun agar serius mengevaluasi pekerjaan pihak rekanan yang diduga hanya mencari keuntungan dengan mengerjakan proyek tersebut asal jadi.

Pihak rekanan bermarga Jaya itu belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan, Kamis (28/12/2017). (JS).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top