Sergai-Tebing Tinggi

Pemko Tebingtinggi Sosialisasikan Fasilitas Pojok ASI

Tebingtinggi – Mitra Simalungun, Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan setempat mensosialisasikan fasilitas Pojok Air Susu Ibu (ASI) di tempat-tempat umum pada kegiatan koordinasi lintas sektoral, Rabu (8/8) di Aula RM Pondok Bagelen Jalan Deblot Sundoro Tebing Tinggi.

Sosialisasi yang dibuka Walikota Tebing Tinggi diwakili staf ahli Bambang Sudaryono diikuti oleh lintas instansi, para Kepala Puskermas, pimpinan BUMN, pimpinan RS Swasta dan Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Kantor Kemenag, Polres dan Camat se Kota Tebing Tinggi.

Bambang Sudaryono mewakili Walikota menyampaikan, kegiatan ini sangatlah penting, karena ASI ekseklusif merupakan asupan bayi yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya seorang anak. “Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan diantaranya penurunan angka kematian bayi dan peningkatan status gizi masyarakat,” ujarnya.

Menurut walikota, saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, di satu sisi masih banyak penderita gizi kurang, sementara gizi berlebih cenderung meningkat, ini terjadi erat dengan gaya hidup masyarakat.

“Untuk itulah asupan ASI bagi bayi usia sejak lahir sampai anak berusia 2 tahun, dan selama 6 bulan tanpa menambah atau mengganti dengan makanan,” katanya.

Di Tebing Tinggi, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 capaian ASI ekslusif sebesar 30,3 % dan ini masih jauh dari target capaian nasional, dan untuk itu tak ada alasan ibu-ibu tidak menyusui bayinya ditempat umum.

Kami berharap kepada instansi pemerintah khususnya untuk pelayanan umum yang belum menyiapkan fasilitas pojok ASI untuk segera menyiapkannya, termasuk kantor camat dan lurah,” imbuhnya.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Tebing Tinggi dr H Nanang Fitra Aulia Sp.PK dalam laporanya menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk penyediaan tempat meningkatkan kesehatan ibu untuk menyusui bayi dengan aman, nyaman dan privasi.

Kegiatan diikuti kepala OPD, Camat, Kapus, lintas program dan lintas sektor sebanyak 50 orang dan berlangsung sehari penuh dengan narasumber dr Dewi Ambarwati dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.|Rey.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top