Sumut

PEMKAB SIMALUNGUN TIDAK HADIRKAN PEMUDA PADA JAMBORE PEMUDA SUMUT

Photo : Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sumut, H. Baharuddin Siagian MSi ( tengah) ketika diwawancarai wartawan pada Jambore Daerah Pemuda Sumut, Kamis (6/12).

MEDAN – Mitra Simalungun – Jambore pemuda Sumut yang diadakan arena Astaka GOR mini Dispora Sumut, Jl. Willem Iskandar, Medan, mengundang kecewa pada salah seorang undangan bermarga Saragih. Pasalnya tidak adanya kontingen- peserta dari Kabupaten Simalungun.

“Dari awal acara sebelum bapak Gubsu tiba, oleh panitia memanggil setiap daerah termasuk Simalungun.Ternyata hingga akhir pembukaan, tidak ada kontingen dari Simalungun.

Gimana Pemkab Simalungun khususnya Disporanya. Karena saya lihat dari daerah lain hadir dengan kreasi kerajinan tangan, usaha yg berproduktif, jadi Sangat disayangkan Simalungun absen”. Katanya kecewa.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Sumut, H. Baharuddin Siagian.MSi kepada Mitra Simalungun mengatakan, “Bahwa pada Rakor Pemuda tahun 2017 sudah disampaikan akan ada jambore pemuda dan olahraga dan jauh2 hari kegiatan ini sudah kami sampaikan.
Bahkan Pada tahun 2017 Rakor bidang pemuda disampaikan program jambore pemuda Sumut ini. Artinya ini sudah disampaikan agar diakomidir kegiatan pemuda ini”. Ujar Kadispora.

Ditambahkannya, “Jika hal ini tidak kita sampaikan, kita salah. Mestinya Kabupaten Kota merespon apa yang menjadi hajat Sumut, karena ini bicara Sumut. Untuk itu, Diharapkan kepda teman-teman Kabupaten Kota yang tidak hadir, kedepannya bisa berpartisipasi. Karena Pemuda diharapkan bisa fokus menjadi wirausahawan, Ada tiga hal dalam diri pemuda, mampu berkolaborasi hal yg positif, bisa berekspresi, menjauhkan diri dari narkoba dan issu yang kini dikenal hoaks. Jambore ini yang pertama dan menjadi agenda tahunan”. Jelas Kadis menambahkan.

Menurut amatan Mitra Simalungun, Kontingen dari Kota Siantar hadir dengan penampilan mengenakan pakaian batik, yang seharusnya mengenakan busana budaya Simalungun.

Saat ditanya, salah seorang peserta mengatakan, “Yang benarnya, salah informasi sama kami undangannya, jadi busana Simalungun tinggal, tapi batik juga bagus, karena batik juga merupakan penyatu dari ke Bhinakaan sebagai pakaian Nasional”. Jelasnya. || Batara Saragih

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top