Desa Kita

NYARIS RIBUT, TIM 11 di NAGORI LUMBAN GORAT AKHIRNYA TERBENTUK

Sariputdin Turnip : Tim Diharapkan Bekerja Maksimal

DOLOK PANRIBUAN – Mitra Simalungun, Warga Nagori Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun menggelar rapat pembentukan tim 11 (tim penyusun RPJM Des) periode 2018 – 2023 di ruang rapat Kantor Pangulu Nagori Lumban Gorat, Kamis (30/11/2017).

Rapat pembentukan dihadiri Sariputdin Turnip selaku Pangulu Nagori Lumban Gorat, Pendamping Desa (PD) Adi Sinaga dan PDTI Nelson Nainggolan.

Selain warga rapat juga dihadiri Ketua Maujana Sulase, Sekretaris Maujana Donatus Turnip, Ketua LPMN (Tohap Sinurat), Sekretaris Desa, para kaur dan para gamut se – nagori lumban gorat.

Setelah terbentuk, secara simbolik pangulu didampingi PDTI, PD, para maujana serta disaksikan warga langsung menyerahkan SK (Surat Keputusan) kepada tim.

Adapun Tim Sebelas yang terbentuk yaitu, Pembina (Pangulu Nagori Lumban Gorat), Ketua (Sekretaris Nagori), Sekretaris (Ketua LPMN), anggota (Gamot Lumban Gorat), anggota (Gamot Kampung Rahayu), anggota (Gamot Dolok Nauli), anggota (Gamot Mallopot), anggota (tokoh masyarakat dalam hal ini terpilih Bistok Pardede), anggota (perwakilan perempuan dalam hal ini terpilih Nurhayati), Tokoh Pemuda terpilih J Hutajulu), anggota (Tokoh Kelembagaan dalam hal ini terpilih Sumardi).

Sebelum melakukan pemilihan, Pangulu Nagori Lumban Gorat Sariputdin Turnip dalam sambutannya menjelaskan tujuan dan fungsi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Sudah kewajiban setiap desa untuk menyusun RPJMDes sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2015 serta Permendagri No.114 tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa.

Para tim 11 akan mengadakan rapat di setiap dusun se – nagori lumban gorat untuk menampung segala masukan dari setiap warga. Untuk itu, warga diharapkan peran sertanya dalam pembangunan.

Sementara Nelson Nainggolan juga menjelaskan bahwa para tim 11 yang terbentuk didalam menjalankan tujuan dan fungsi tidak diberikan honor atau disebut padamu negeri.

Pantauan awak media ini, rapat awalnya berlangsung tertib. Tetapi pada saat pemilihan tim, suasana rapat berubah nyaris ribut manakala warga yang diketahui berasal dari Huta Mallopot sempat ngotot agar diikutkan dirinya menjadi bagian dalam tim itu.

Bahkan, nada bicara warga yang diketaui bernama Poltak Sihombing itu terkesan menyudutkan Sariputdin Turnip. Ia menyebutkan bahwa yang terpilih merupakan orang-orang pangulu dan terkesan sudah di rencanakan.

Selain itu juga dirinya menginginkan agar ada perwakilan dari Huta Mallopot dengan harapan ada pemerataan pembangunan.

Mendengar itu, pangulu pun membantah keras pernyataan warga itu. Dalam penjelasannya bahwa, tim yang terpilih sudah sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku.
Bahkan juga sudah sesuai dengan musyawah mufakat.

Semua peserta rapat secara resmi diundang melalui surat undangan. Soal perwakilan, pangulu menyebut Donatus (Sekretaris Maujana) dan Gamot Huta Mallopot merupakan perwakilan dari Huta Mallopot.

Soal mewakili kelembagaan seperti kelompok tani, Koperasi di Mallopot dianggap selama ini masih massif, belum aktif. Sehingga dianggap tidak dapat sebagai mewakili dari kelembagaan.

Mendengar itu, Sihombing yang diketahui pengurus gereja Katolik Lumban Gorat dan PPS Lumban Gorat itu pun langsung diam.

Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan penyerahan SK secara simbolik kepada para tim. (JS).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top