Agro

Nagori Wonorejo Tentukan Pola Tanam P2T3

Gambar : Pangulu Desa Wonorejo Sukiano Pimpin Rapat P2T3.

Pematang Bandar-Mitra Salungun, Guna meningkatan hasil tanam padi sesuai dengan yang di canangkan 
Oleh Bupati Simalungun, bahwa  Kecamatan Pematang Bandar harus
menjadi lumbung pangan, Poktan Nagori Wonorejo Kec. Pematang Bandar, laksanakan Rapat Pengolahan Pola Tanam Tertib Tanam (P2T3), Kamis (19/7), sekira jam 09.00 Wib.

Guna menindaklanjuti upaya Lumbung Pangan Pangulu Nagori Wonorejo Sukisno melaksanakan rapat dengan petani, dihadiri Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Agus Edy Santoso, dan turut hadir Ketua Gapoktan Kasidi, Ketua Maujana Said, KTU Pertanian.
Pelaksanaan rapat disebut rapat P2T3.
Dalam musyawarah rapat dengan petani, Pangulu Wonorejo Sukisno mengajak semua petani agar terbuka hatinya untuk pola tanam agar serentak, dan agar sadar  bahwa kebersamaan itu adalah satu jalan keberhasilan para petani.

Selanjutnya Ketua Gapoktan menganjurkan agar pengurus P3A agar masalah air diurus benar-benar, agar para petani jangan terhabat untuk pengolahan hamparan persawahan.

Sedangkan Ketua Maujana Said memberikan sedikit komentar tentang pola tanam yang serentak, guna mengurangngi hama 
penyakit padi, dengan arti bila pola tanam seretak, sudah jelas hama padi teratasi, hasil panenpun meningkat.
Didalam musyawara P2T3, dapat disimpulkan oleh PPL Agus Edy Santoso, banyak memberikan  masukan kepada para petani, terutama tentang rumus kebersamaan.

Agus Edy Santoso, petani agar berhasil harus melaksanakan Ibadah, dari ibadah timbulah kesadaran, dari kesadaran timbulah kebersamaan, dari kebersamaan tim bulah keberhasillan,” ulas Santoso.

Mengenai bibit padi Rp 11.500,-/ kg, subsidi pemerintah Rp.9000,- dan Petani hanya bayar Rp.2500,-/kg.
Agus Edy Santoso juga mengatakan, para petani harus bangga menjadi petani.

Kesimpulan hasil rapat adalah jadwal tabur bibit semai bibit tanggal (10/8 s/d
25-2017), dan tutup tanam (15/9-2017), dan jenis padi yang ditanam, pertama Jenis Padi Impari 32, selanjutnya Jenis padi Gabe, Jenis padi Sipayung.

Sesudah dapat keputusan dapat diputuskan bahwa pelaksanaannya tinggal pada para petani, Pangulu Wonorejo Sukesno, bahwa jumlah hamparan persawahan seluas 140 ha, harus berhasil bila warga Wonorejo, sadar akan hidup Petani yang cukup mulia dunia ahirat.|| whbb.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top