Desa Kita

MELALUI BUMNAG, WONOREJO MENUJU PERBAIKAN KUALITAS IKAN AIR TAWAR

WONO REJO (PEMATANG BANDAR) | Mitra Simalungun Sejak tahun 1986 Nagori Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun adalah penghasil benih ikan air tawar terbesar sesumatera utara, salah satunya adalah ikan nila, ikan lele, dan ikan mas.

Seiring dengan berjalannya waktu, pembenihan ikan di Nagori Wonorejo mengalami kemunduran dikarenakan penurunan kwalitas ikan itu sendiri.

Untuk itu maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan kwalitas, seperti pergantian indukan, dan tatacara pembudidayaannya.

PHOTO : MELALUI BUMNAG, WONOREJO MENUJU PERBAIKAN KUALITAS IKAN AIR TAWAR (JLT).

Melihat situasi di atas, Badan Usaha Milik Nagori (BUMNAG) Maju Bersama, hadir ditengah-tengah masyarakat guna menggali potensi yang selama ini belum tertata dengan baik.

Dan pada kamis (18/7), BUMNAG mengadakan acara sosialisasi program BUMNAG Bidang Perikanan dan Program tersebut didukung penuh oleh Maujana Nagori Wonorejo, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Nagori Wonorejo melalui kesepakatan bersama secara tertulis yang ditandatangani oleh Maujana, LPM, BUMNAG yang diketahui oleh Pangulu atau Pemerintahan Desa.

Dalam acara tersebut hadir Kementrian Perikanan Ali Kasim Siregar S.Pi selaku Penyuluh perikanan, Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Nagori (DPMPN) Robert Kenedi Silalahi, Kasi DPMPN Kecamatan Pematang Bandar, Tenaga Ahli (TA) Kementrian Desa Dewi Silalahi dan Pendamping Desa serta Pendamping Lokal Desa, dan dihadiri kurang lebih 200 orang yang terdiri dari kelompok-kelompok perikanan yang ada di Nagori Wonorejo dan para pembudidaya ikan air tawar terkhusus ikan nila.

Menurut Agus Susanto selaku direktur BUMNAG Maju Bersama kepada Mitra Simalungun mengatakan, ” Bahwa Nagori Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar mempunyai potensi besar dalam bidang berikanan, maka perlunya ditata dalam sistem budidaya ikan yang baik dan benar sehingga memiliki nilai jual yang baik pula”. Kata Agus Susanto.

Dalam kesempatan itu BUMNAG juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mensukseskan program BUMNAG dalam usaha perikanan, dengan memberikan penyuluhan bagaimana tatacara budidaya yang baik, penyediaan indukan yang berkwalitas dan bersertifikat dari Balai Benih atau Dinas Perikanan untuk menghindari pertumbuhan ikan yang kerdil.

Dalam Sambutannya Sukesno Pangulu Nagori Wonorejo mengutarakan, ” Bahwa pernyertaan modal ke BUMNAG melalui anggaran Dana Desa yang digunakan untuk usaha perikanan yang melibatkan masyarakat diharapkan mampu memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat, yang selama ini banyak permasalahan dilapangan seperti kwalitas ikan yang buruk, pemasaran yang tidak jelas, para pengepul benih ikan yang nakal, dan tatacara pembenihan yang amburadul.

Maka dengan hadirnya BUMNAG hal-hal tersebut mampu teratasi. Untuk itu diharapkan kerjasama yang baik antara Masyarakat, BUMNAG dan Pemerintahan Desa dalam pembangunan sumberdaya manusia untuk menggali potensi-potensi sumberdaya alam yang ada di nagori wonorejo”. Ujar Pangulu.

Hasil dari pertemuan tersebut sangat membantu masyarakat terkhusus para petani ikan air tawar yang selama ini mengalami kendala atau kesulitan di bidang produktifitas, dan untuk saat ini Badan Usaha Milik Nagori telah memproduksi benih sebar ukuran 1,5 inch sampai 3-4 inch (benih sebar KJA) yang setiap bulannya sudah mencapai 200 ribu ekor sampai 300 ribu ekor dan akan terus dikembangkan mencapai 1 juta ekor setiap bulannya. || jlt.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top