OPINI KITA

Kenapa Harus Takut Untuk Meraih Kesuksesan

Rekan Mitra Simalungun yang Mulia, Ketakutan mirip seperti kabut. Eggak bisa dipegang, tapi bikin buram.

Kalau kamu lagi di jalan, kabut tebal bikin kamu jalan pelan-pelan, bahkan berhenti.

Begitu juga dalam perjalanan hidup, atau menjalankan bisnis. Ketakutan memburamkan kamu dalam kesuksesan, menghalangi kamu meraih tujuan.

Uniknya, sebagian ketakutan ada yang kamu sadari, sebagian lagi nggak.

Padahal ketakutan penghalang kesuksesan.

* Merasa Kurang Ilmu.

Kalau ada satu penghalang kesuksesan blogger pemula, itu adalah minder duluan.

Ingin menulis sesuatu, tapi takut ilmunya kurang.

Itu cukup normal. Ketakutan ini dalam psikologi disebut imposter syndrome.

Misalnya, kamu mau mengungkapkan pikiranmu dalam tulisan. Tapi, di tengah jalan, kamu ngerasa takut nanti ada yang mendebat pendapatmu.

Atau ada yang nggak suka tulisanmu. Kamu takut ada yang lebih pintar darimu dan siap menerkam karyamu.

Saya juga mengalami. Beberapa kali, saya mengupload tulisan, saya bertanya sendiri,” sudah baguskah tulisan ini ???

Bagaimana kalau seseorang bertanya dan aku nggak bisa jawab? Bagaimana kalau ada netizen yang salah persepsi dan mengamuk di sosmed?”

Kadang-kadang saya juga takut ketahuan bodoh. Saya sering ragu dan takut dalam berbagi pikiran.

Saya takut, apa yang saya kasi ternyata gak bermanfaat, bahkan diskak oleh orang lain yang lebih baik dari saya.

Namun, kalau dipikir, kenapa pula harus takut? Kan saya bisa menggunakan kesempatan ini untuk membaca lebih banyak dan belajar lebih banyak.

Saya jadi lebih berhati-hati dalam tiap langkah.

Menurut saya ketakutan semacam ini bagus sih. Justru dengan ketakutan seperti ini, kita jadi lebih waspada.

Kita nggak sembarangan nulis tanpa sumber yang valid, sehingga memeriksa ulang tulisan kita.

Gunakan ketakutan ini untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Kalau memang orang yang lebih baik itu ada, serap ilmunya. Minta masukan dan gunakan itu dalam karyamu.

Lagipula, nggak semua orang bersikap jahat. Masih banyak orang baik dan positif di luar sana.

Buktinya, orang-orang yang datang dan berkomentar di sini selalu memberi feedback yang menyenangkan dan membangun.

Saya benar-benar bersyukur, bahwa ketakutan diprotes dan didebat ini nggak terbukti.

* Merasa Takut Menentukan Tujuan.

Kejar mimpi setinggi bintang. Bila kau tak sampai, setidaknya kau sudah di bulan.

Sebagian orang  takut bermimpi tinggi. Bila bermimpi tinggi, malah dibilang mengkhayal. Jangan-jangan kamu juga gitu??😁

Padahal, bila kita nggak menetapkan tujuan yang tinggi, kita malah males berbuat banyak.

Waktu luang malah dipakai untuk bersantai sambil menunggu nasib. Kita jadi males berusaha.

” Banyak orang seringkali meremehkan tujuan jangka panjang, tapi melebih-lebihkan tujuan jangka pendek “.

Ini saya banget! Apa yang tampak di ujung sana nggak dipikir, tapi yang diusahakan saat ini malah dibesar-besarkan.

Ini karena, jauh di lubuk hati, masih takut menentukan tujuan.
Menganggap remeh potensi diri sendiri, sehingga malas mengembangkan diri.

Menyadari hal itu, kita mencoba berubah. Kita harus menetapkan tujuan yang sesungguhnya, mirip seperti berkhayal. Tujuannya jauh sekali dan terasa hampir mustahil.

Wajar, sesekali keraguan itu datang. Tapi, saya yakin, benih yang kita tanam kelak akan kita petik.

* Takut Gagal.

Menentukan tujuan sungguh mudah. Buktinya, orang-orang banyak membuat resolusi di tiap akhir tahun. Tapi, berapa orang, yang akhirnya mengerjakan resolusi itu?

Salah satu alasan kita enggan bekerja keras adalah karena takut gagal.

Sebagian orang yang “katanya” ingin berbisnis, akhirnya berkutat di buku bisnis. Semua seminar didatangi, semua tutorial ditonton. Semua planning dibuat. Tapi nggak bertindak. Kenapa?? Takut gagal, takut rugi!

Kenapa sebagian mahasiswa menua di kampus?? Karena mereka takut skripsi mereka direvisi. Memang betul, pena merah revisi terasa seperti neraka.

Coretan-coretan itu seperti sikat WC yang digesek ke tangan. Nggak bahaya, tapi bikin merinding.

Tapi kalau nggak segera dikerjakan, bagaimana kita mau lulus? Kalau nggak bertindak, mana kita tau bakal gagal?

Justru karena Nggak dikerjakan, kita Pasti Gagal !!!

Takut gagal itu wajar. Tapi, kalau terlalu dipikirin, kita malah jadi nggak jalan. Malah gagal beneran.

# Takut Dikucilkan.

Salah satu alasan orang malas mengambil suatu tindakan adalah, takut digosipin orang-orang, takut dijauhi, takut ditertawakan.

Ini juga penyebab kenapa orang enggan ke Psikolog. Mereka takut disebut Gila.

Padahal ngapain ndengerin omongan orang. Sebaik apapun kita berusaha, akan selalu ada yang nggak suka sama kita. Itu udah pasti !!!

Sudahlah, lanjut aja tanpa ndengerin omongan orang. Kalau orang berusaha menjatuhkan kamu, itu artinya kamu sedang berada di atas mereka. Jangan rendahkan levelmu ke levelnya mereka. Diemin aja.

# Takut Ditolak.

Sebagian ketakutan berasal dari takut penolakan. Jujur, ini yang masih sering dirasakan.

Satu hal yang unik dari takut ditolak, Dia nggak kita rasakan. Ketakutan ini muncul dalam bentuk penundaan dan berbagai alasan.

Kita menunda-nunda berbisnis karena takut penolakan. Kita menunda-nunda prosfek karena takut nggak mau diterima,  menunda-nunda, dan menunda juga, karena takut ditolak.

Padahal penolakan tidak ada rasanya. Nggak sakit. Kecewa sih dikit, tapi bukannya besoknya sudah hilang.

# Takut Bilang Tidak.

Satu hal yang kerap dialami masyarakat adalah ikut-ikutan.

Saat ada peluang meraih uang jutaan lewat suatu cara, maka orang berbondong-bondong mencoba peluang tersebut.

Contohnya, dulu saat go-jek masih baru, banyak banget cerita driver go-jek yang berhasil meraih uang jutaan perbulan dan memperbaiki hidup.

Saat tersiar kabar cara meraih jutaan lewat YouTube, berbondong-bondong orang mencoba peruntungannya dengan mengupload video.

Saat bunga gelombang cinta dan batu akik meraup untung jutaan, bergerumbul orang buat mencoba.

Hormat saya untuk mereka  yang masih bertahan. Tapi, berapa banyak yang akhirnya balik badan, putar haluan?

Kita sering iseng mencoba-coba, berharap kesempatan yang satu ini membuat kita jadi jutawan dadakan.

Namun, apa mungkin kesuksesan diraih tanpa fokus dan kerja keras?

Kesempatan datang dan pergi! Tiap hari, akan selalu ada kesempatan baru yang seolah membuat kita kaya mendadak.

Kenyataannya, semua kesempatan sama aja, menuntutmu bekerja keras.

# Takut Bicara.

Cepat atau lambat, kita akan diharuskan untuk public speaking.

Bisa dalam bentuk pidato, ngasih kata sambutan, presentasi, dan lain-lain.

Kalau kamu takut bicara di depan umum, nggak masalah.

Pernah kita membahas tentang takut public speaking.

Disitu juga ada trik mengatasi ketakutan dan cara tampil maksimal.

Sempatkan latihan, tapi jangan terlalu banyak. Nanti malah kaku.

# Takut Menghubungi Orang.

Ini adalah ketakutan yang akan kamu alami bila terlibat dalam penjualan atau penawaran bisnis.

Takut menghubungi orang muncul karena kita takut mengganggu, menyusahkan, atau takut ditolak dan dibentak oleh orang di seberang sana.

Kalau urusannya Bisnis sih, berpikir positif aja.

Pikirkan bahwa kamu menelepon dengan harapan bisa membantu dia lewat Projects yang anda tawarkan. Atau penawaran bisnismu bisa memberi dia keuntungan.

Kalau mikirnya positif, kamu jadi lebih berani buat nelpon. Kalau akhirnya gagal, kan dia juga yang rugi. Ehehe~

# Takut Berbeda.

Sebagian kita takut bersikap berbeda. Kalau berbeda, nanti dipertanyakan orang. Nanti dibilang aneh. Nanti diketawain.

Ihhh ngapain kok kamu kayak gitu?

Inovasi justru lahir karena berbeda.
Kalau perbedaan ternyata memberi manfaat, ngapain peduli sama omongan orang?

Kayak slogan di billboard rokok, bilang aja, ” Nanti Juga Elo Paham.

# Takut Digosipin Orang.

Kita sudah ngomongin ini berkali-kali yes, jadi saya tekankan aja. Kita nggak bisa membahagiakan semua orang. Sebaik apapun kita, pasti ada aja yang sirik nggak suka sama kita.

Kalau kita berusaha melakukan sesuatu cuma demi diterima masyarakat, atau menghindari sesuatu karena takut dibilang yang nggak-nggak, udahlah, kamu sendiri yang nanti nggak bahagia.

Lakukan aja yang kamu mau. Selagi bermanfaat buatmu di masa depan, kenapa nggak?

Kita sudah susah menghadapi pikiran negatif kita sendiri, nggak usah ditambah dengan pikiran negatif dari orang lain.

# Takut Ketinggalan Berita.

Ada satu hal yang bikin kita kecanduan sosmed, takut ketinggalan berita. Istilahnya,” Fear of Missing Out (FOMO).

Karena takut ketinggalan berita atau cerita seru dari temen, akhirnya tiap beberapa jam kita ngecek sosmed.

Akhirnya keasikan buka fb, malah jadi gak jalan. Saya sering gini ehe~

Tapi saya sadar bahwa berita seru datang dan pergi.  Dan nggak semuanya bermanfaat untuk kita, kan?

Kalau memang cerita itu penting, kita pasti denger.

Nah, itu tadi ketakutan yang menghalangi kamu meraih sukses. Kita takut karena ia buram dan nggak jelas. Kita takut karena ia belum terjadi.

Nggak ada yang salah dengan rasa takut. Justru karena takut, kita jadi mawas diri.
Kita jadi berjalan lebih hati-hati.
Kalau Kesuksesan menanti, kenapa harus takut.|| Redaksi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top