GAWAT..!! HABIS BOGEM 2 WARGA SIPIL, BRIPTU SN ‘NEMBAK’ UANG TUAK

GAWAT..!! HABIS BOGEM 2 WARGA SIPIL, BRIPTU SN ‘NEMBAK’ UANG TUAK

by -
0 4

Photo :‎ Susanto alias Anto (27) korban pemukulan oknum Briptu SN, sewaktu dijenguk Kapolsek Labuhan Ruku.‎

Batu Bara-Mitra Simalungun, Sikap arogan Briptu SN (27) personil Polsek Labuhan Ruku ini, memang sama sekali tak pantas untuk ditiru oleh aparat penegak hukum disegenap penjuru NKRI. Pasalnya petugas yang seharusnya jadi pengayom dan pelindung masyarakat, kok malah bisa-bisanya terang-terangan meminum minuman alkohol (tuak -red) tanpa mau membayar kepada si pemilik warung dan parahnya ia pun tega menganiaya seorang warga yang juga peminum tuak lain di warung itu.‎

Kejadian pemukulan dan penganiayaan sang oknum Polisi terhadap Susanto alias Anto (27) warga Dusun VII, Desa Empat Negeri, Kec.Lima Puluh, Kab.Batubara tersebut terjadi pada Minggu (16/4) sekira pukul 17.30 wib. Dikabarkan bahwa Anto yang tiba-tiba dapat hadiah bogem mentah dari Briptu SN, langsung mengalami pendarahan. Akibatnya Anto pun mengalami luka dan bengkak dibagian hidungnya hingga ia harus menginap selama sehari 1 malam di RSUD Batu Bara.‎

Dari penelusuran serta informasi yang berhasil dihimpun awak media ini menyebutkan, peristiwa bermula ketika sejak sore itu, pada Minggu (16/4) korban sudah lebih dulu terlihat berada di pakter tuak pasir-pasir milik Idris, di Dusun IV, Desa Kwala Gunung. Sedang sekitar pukul 17.30 wib malam itu, barulah Briptu SN tampak datang bersama seorang temannya.‎

Dikabarkan oleh Idris sang pemilik warung, bahwa selain minum-minuman keras ‘cap susu panjat’ (tuak -red), korban dan juga Briptu SN sama-sama “Koro koro” alias Karaokean. Namun belum diketahui entah apa penyebabnya, sekira pukul 20.30 WIB, tiba-tiba korban dipanggil seseorang ke belakang warung atas suruhan Briptu SN.‎

“ Aku datang menghampiri, lalu SN berkata ‘kau udah tahu kesalahanmu’. Seraya tak berselang lama setelahnya, tinju Briptu SN pun mendarat mulus tepat di mulutku. Karena tiba-tiba jadi aku gak sempat mengelak, makanya bibir dan hidungku pun seketika itu juga langsung mengeluarkan darah segar”, ungkap korban.‎

Sesaat kemudian dikarenakan tidak berani melawan, dengan langkah seribu, Anto pun berlari kembali kearah depan. Anto pun langsung memberitahukan prihal tindakan arogan si oknum Briptu SN kepada para “Parmitu” (peminum tuak -red) lainnya, sehingga sesaat setelah itu pakter tuak milik Idris itu sempat berubah jadi ricuh.‎

” Memang sempat juga adu mulut dan bertekak kawan-kawan lain sama Briptu SN itu. Tapi kemudian si Briptu SN meminta maaf sembari mengasihkan uang perobatan sebanyak Rp40 ribu”, tutur Anto menceritakan sewaktu ia masih dirawat di RSUD Batubara.‎

Sementara itu abang korban, Julianto (33) mengatakan, setelah mendapat kabar itu dia langsung menyusul dan membawa adiknya pulang. Namun melihat darah yang terus keluar dari hidung korban lalu keluarga sepakat membawanya korban ke RSUD untuk mendapatkan perawatan secara medis.‎

Pantauan salah seorang wartawan kala itu, pada pagi hari atau tepatnya Senin (17/4) sekira pukul 08.30 wib ke esokan harinya. Tampak Kapolsek Labuhan Ruku AKP Irsol SH bersama Kanit Reskrimnya Ipda Rudy Safrizal dan juga Kanit Reskrim Polsek Lima Puluh Aiptu Wahidin datang menjenguk korban sewaktu masih dirawat di RSUD Batubara.‎‎

Dicecar sejumlah pertanyaan, Kapolsek sendiri hanya bisa membenarkan bahwa oknum Polisi atas nama Briptu SN adalah benar merupakan personil yang bertugas di Polseknya. “Iya, dia anggota saya dan dalam kejadian ini SN sudah mengakui perbuatannya, si SN itu pun saat ini sudah diamankan di Polsek Limapuluh ‘, kata Irsol.‎

Terungkap, tidak hanya Anto yang mendapat bogem mentah, sebab Briptu SN juga sempat membuat pemilik warung dan sejumlah pengunjung kesal. Karena pembayaran uang minum juga didebatkan oleh SN, bahkan Idris juga mengaku sempat dihadiahi bogem mentah oleh SN.

“ Akupun ditumbuk juga tapi karena SN minta maaf ya ku maafkan,” ujar Idris sang pemilik Pakter Tuak.

Sedangkan menurut Siti (istri pemilik warung) Anto ditumbuk SN dibelakang warung. Saat itu dirinya lihat begitu Anto kembali ke warung mulutnya sudah berdarah-darah. Sedangkan persoalan dengan Idris pemilik warung adalah prihal uang minum yang nilainya lebih dari Rp 600.000 yang belum dibayar oleh Briptu SN.‎

“ Mendengar jumlah tagihan yang begitu besarnya, SN menjadi heran dan emosi. Setelah dijelaskan SN redah hati dan akhirnya membayar separuhnya dahulu Rp. 350 ribu, sedang kekurangannya akan ditempo-kan”, ucap Idris.‎

Terpisah Selasa (18/4) sekira pukul 13.30 wib, Kpolres Batubara AKBP Dedy Indrianto, Sik, M.Si melalui Kasubag Humasnya AKP Syamsul Baharudin menjelaskan, walaupun kedua belah pihak sudah berdamai, namun, proses hukumnya tetap berjalan terhadap Briptu SN, dan dalam Minggu ini juga setelah selesai proses hukumnya di bagian Kasi Provam, Briptu SN kemungkinan akan dikenakan sangsi disiplin.‎

” Namun seperti apa bentuk sanksi-nya kita pun masih belum tau, karena belum disidangkan sebab nantinya masih menunggu kebijakan para pimpinan di Polres Batu Bara”, jelas AKP Syamsul melalui telepon selulernya dengan singkat.‎

Sementara itu sebelumnya, saat ditemui wartawan diruangan seksi Propam Polres Batu Bara. Kepala seksi (Kasi -red) Propam Polres Batu Bara Ipda. Riwantho langsung menolak memberikan keterangan.

” Biasanya kalau yang memberikan keterangan di Polres ini Kasubbag Humas, jadi silahkan ke Humas saj karena saya takut nantinya jadi salah penyampaian”, bilang Riwantho. (Bima).‎