Batu Bara-Asahan

Fakta ‘TBUPP’ Itu Hanya Ibarat Tim Ahli Pemberi Saran Kepada Bupati

Saiful Syafri: “Saya Bukan Pengambil Keputusan Dan Kebijakan”

Batu Bara | Mitra Simalungun – Kontroversi soal keberadaanTBUPP (Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan) yang sempat menjadi perdebatan hangat dikalangan elit Batubara, kini semakin kian terang. Fakta terkait Tupoksi (Tugas pokok dan Fungsi) tim besutan Bupati Batu Bara Ir. Zahir M.AP itu pun diungkapkan oleh Ketua TBUPP Drs. Saiful Syafri MM, Senin (8/7/2019).

Dihadapan puluhan peserta Forum Kajian dan Diskusi (FKD) Strategi Pembangunan Batubara “Strapera” di Buffet RM Mangga jalinsum desa Simpang Bandar Tinggi dijelaskan Syaiful, bahwa Tupoksi TBUPP adalah hanya sebagai pemberi Saran kepada Bupati tentang bagaimana cara untuk merealisasikan semua visi maupun misi Ir. Zahir dalam mempercepat pembangunan di kabupaten Batubara kearah yang lebih berdaya guna bagi banyak masyarakat.

“Pembangunan yang ingin dikejar itu disegala sektor, sebab kondisi Batubara hari ini masih jauh tertinggal dengan segenap potensi sumber daya yang ada. Artinya bahwa antara potensi strategis yang dimiliki masih tidak seimbang dengan sumber daya manusianya (SDM) Batubara sendiri. Cintohnya lahan Batubara subur dengan bukti bahwa berkisar pada bulan Agustus, desa Lubuk Cuik akan panen raya cabai sekitar 600 ton”, ungkapnya.

Namun menurut hasil analisa Tim yang diketuai Saiful Syafri, bahwa 600 ton cabai hasil panen tersebut belum memenuhi standar baku mutu sebagaimana layaknya rasa pedas sebuah cabai yang lazim di lidah-lidah masyarakat Indonesia pada umumnya. Pasalnya rasa cabai-cabai hasil panen desa Lubuk Cuik tersebut malah terasa pahit dan tidak pedas, sehingga diperkirakan bahwa telah terjadi pola tanam yang salah atau perlakuan terhadap tanaman yang salah.

“Misalnya pemilihan bibit yang salah, pemupukan yang salah sebab masih memakai pupuk an-organik atau pupuk kimia dan bukan pupuk organik atau pupuk kandang. Selanjutnya fase panen yang salah juga jelas sangat mempengaruhi, bisa saja masa panen yang dilakukan petani belum cukup umur atau memanen tanaman yang belum cukup tua. Jadi guna mengatasi masalah semacam itu perlu perhatian pemerintah, dalam hal ini OPD yang seharusnya paling berperan”, pungkas Saiful Syafri.

“Oleh karenanya seorang pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya wajib harus profesional dengan memiliki SDM yang mapan, dan untuk itulah TBUPP hadir guna menseleksi dan melahirkan OPD-OPD yang handal, mengerti dan mampu mengimbangi gerak cepat Bupati dalam merealisasikan visi dan misinya. Artinya bahwa masih terlalu banyak masalah-masalah di Batubara yang harus diperbaiki, dan kalau masalah-masalah tersebut telah diminimalisir maka TBUPP akan tidak lagi dibutuhkan”, bilangnya.

Demikian soal percepatan pembangunan kabupaten Batubara juga mendapat respon positif dari Danang Andika ST selaku perwakilan PT. Waskita Karya untuk proyek nasional ‘Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung – Indrapura’. “Pada prinsipnya PT. Waskita Karya siap menjadi Stackholder pemerintah Kab. Batubara, saya akan menyampaikan kepada pimpinan kami untuk bergandengan tangan semua elemen di Batubara dan wajib mendapat dukungan dari pemerintah setempat”, bilangnya.|| Bim.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top