Sergai-Tebing Tinggi

Evaluasi Renja Bakorpem Tebingtinggi Lintas Agama Diharapkan Mampu Tangkal Berita Hoax

Tebingtinggi – Mitra Simalungun, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) Tebingtinggi melaksanakan evaluasi hasil kerja 2017 dan sosialisasikan rencana kerja (renja) tahun 2018 di ruang pertemuan RM Pondok Bagelen Jalan Deblot Sundoro Kota Tebingtinggi, Jumat (29/12).

Rakor dipimpin langsung Ketua Bakorpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi H Fajar Rudi Manurung SH MH dan dihadiri Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, Ketua MUI Ahmad Dahlil Harahap serta para tokoh dari berbagai lintas agama.

Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada para tokoh lintas agama agar senantiasa melakukan pengawasan secara internal untuk mengatasi berita-berita hoax yang kerap membuat orang salah dalam menilai dan bertindak, karena termakan isu dan kewajiban bersama untuk meluruskannya.

Menurut Umar, rapat kordinasi ini sangat penting sebagai ajang pertemuan antar umat beragama yang di Tebingtinggi, karena warga Indonesai terdiri dari bermacam agama termasuk di Kota Tebingtinggi.

“Semua ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas Kota Tebingtinggi agar warga dapat menjalankan kehidupannya sehari-hari terutama melaksanakan ibadahnya masing-masing dengan rasa aman dan tentram,” imbuh walikota.

Disampaikan bahwa pertemuan ini merupakan ajang untuk saling bersilaturahmi para tokoh agama di Tebingtinggi dan dilangsungkan selama 3 bulan sekali, untuk bersama-sama memecahkan dan mencari solusi yang terbaik jika terjadi permasalahan.

“Saat ini banyaknya aliran kepercayaan masyarakat yang menyimpang dari kaedah dan ini harus diluruskan, namun sebelumnya dalam bertindak harus hati-hati, menyatakan salah atau benar, diperlukan kajian yang mendalam,” terang Umar Zunaidi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengatakan, di zaman sekarang ini orang bisa dengan mudah mengakses internet dan membaca berita-berita yang ada, mau itu benar ataupun hoax semua ada.

“Bila sampai orang yang membaca berita hoax dan terpancing oleh berita tersebut, ini sangat berbahaya bagi kita semua, maka dari itu jangan sampai terpancing, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang berita hoax,” ujar Sunadi.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri H Fajar Rudi Manurung menjelaskan bahwa didalam menyatakan aliran kepercayaan itu salah atau tidak harus dilakukan kajian terlebih dahulu baik itu agama Islam, Kristiani dan lainnya, “Kita tidak boleh langsung memvonis orang itu bersalah, harus kita cari tahu terlebih dahulu kebenarannya,” imbuhnya.(Rey).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top