Diduga Terbitkan SKT Ganda, Kades Dan Abang Kandungnya Dipolisikan Ahok

Diduga Terbitkan SKT Ganda, Kades Dan Abang Kandungnya Dipolisikan Ahok

by -
0 14
Mitra Simalungun : Liputan Berita Terpercaya

Photo : Oknum Kades Syarial (36) dan abang kandungnya Jasrai (44) saat menjalani pemeriksaan  di ruang Res Polre Batubara.

BATUBARA –  Mitra Simalungun, Kasus sengketa kepimilikan tanah ini sebenarnya sudah berlangsung, hampir dua tahun bergulir. Namun baru sekarang ditangani oleh pihak unit Tindak Pidana tertentu (Tipiter -red) Polres Batu Bara, kasusnya terkait oknum Kepala desa (Kades -red) Pematang  Nibung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara bernama Syahrial (36) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan di Mapolres Batubara, gegara diduga melakukan pemalsuan SKT (Surat Keterangan Tanah) atas nama Jasrai (44) abang kandungnya sendiri.

Senin (10/4), pantuan Mitra tampak Syahrial dan Jasrai  diperiksa secara intensif diruangan penyidik reserse umum Polres tersebut. Oknum Kades bersama abang kandungnya itu, dituduhkan telah menggunakan kekuasaannya  dengan cara mengubah serta menerbitkan Surat Keterangan  Tanah (SKT) diatas lahan seluas 201.000 meter persegi dan menguranginya seluas 42.750 meter persegi  menjadi lahan  milik Jasrai.

Berdasarkan pengaduan Lukiman Aditio alias Ahok selaku ahli waris  ke Polres Batubara pada 10 Nopember 2016  LP : 309/ XI/2016/SU/Res Batubara, lahan yang kini dikuasai Jasrai adalah milik almarhum orangtuanya. Masih menurut  Lukiman, bahwa lahan milik orang tuanya itu aslinya seluas 201000 m3 atas ganti rugi orang tuanya dari Sulaiman pada tahun 1990 yang lalu.‎

Singkat cerita sekembali ia dari Jakarta , Lukiman Aditio langsung menanyakan kepada oknum Kades  Pematang Nibung (tersangka -red) dengan lebih dulu meminta petunjuk dari Kades Medang (desa induk sebelum dimekarkan) prihal keberadaan serta surat tanah ayahnya itu. Lukiman Aditio alias Ahok mengaku, bahwa surat tanah yang ada padanya hilang dan ia bermaksud ingin membuat surat keterangan kehilangan. Namun kala itu Ahok tak mendapat jawaban yang jelas dari Syahrial sang Kades tersebut.

Lalu pada saat dirinya menemui salah seorang saksi yang paham tentang lahan milik orang tuanya itu, dijelaskan oleh saksi yang meminta namanya tidak dimuat dikoran bahwa tanah tersebut sudah tidak utuh lagi luasnya dari luas yang ada di dalam surat. Bahkan disebutkan saksi kalau sisa lahan yang berkurang itu, sudah berpindah kepemilikannya atas nama Jasrai yang tidak lain merupakan abang kandung Syahrial sendiri.

Namun ketika didepan penyidik kepada wartawan, prihal aduan Ahok spontan dibantah oleh sang oknum Kades. Syahrial sendiri membantah, kalau dirinya telah memalsukan SKT yang diterbitkannya. Tersangka beralasan SKT yang diterbitkannya itu, berdasarkan surat alas tanah milik orang tua kandungnya yakni atas nama Ilyas.

“Kami ini selaku ahli waris dan berhak memiliki lahan tersebut, kalau memang itu lahan milik atas nama Tajudian Aditio dan sebagai ahli warisnya Lukimaman Aditio alias Ahok,  tolong tunjukan bukti suratnya”, ujar oknum Kades tersebut menantang.

Sementara itu Kapolres Batubara AKBP Dedy Indriyanto, Sik, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Rahmadani,SH.MH didampingi KBO Res Iptu Yaman membenarkan adanya kasus tersebut, ” ya memang benar ada 2 tersangka kita tahan atas pengaduan warga, saat ini sudah dilakukan penahanan dengan bukti bukti yang ada berupa buku register penerbitan surat SKT dan bukti lainnya.

“Terhadap kedua tersangka Sl dan Ji dijerat pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) dengan ancaman hukuman  6 tahun penjara”, tegas Kasat Reskrim mengakhiri. (Bima)