Simalungun-Siantar

DIDUGA AKIBAT KONSULTAN ABAL-ABAL, BANGUNAN BIO GAS DI NAGA JAYA I TIDAK BERFUNGSI

Poto : Bangunan yang sia-sia alias tidak berfungsi.

Bandar Huluan (Simalungun) | Mitra SimalungunMasyarakat Nagori Naga Jaya I Kecamatan Bandar Huluan merasa kecewa atas kinerja Tenaga Ahli (Konsultan) Bio Gas yang bertugas di Nagori Naga Jaya I ini, pasalnya sampai saat ini program Bio Gas yang bahan bakunya dari Kotoran Ternak tidak pernah berhasil, kuat dugaan Pemerintah Kabupaten Simalungun menugaskan petugas yang Abal – Abal alis Tidak memiliki keahlian dalam bidang pembuatan Biogas, hal itu di ungkapkan oleh Rudiari, Selasa (23/07).

Informasi dihimpun bahwa Pemkab Simalungun mengadakan bangunan di atas tanah warga, dengan dana puluhan juta rupiah, untuk Sarana mengelola Kotoran Ternak menjadi Bio Gas, ternyata bangunan tersebut tidak berfungsi alias siasia.

Menurut warga, yang termasuk sebagai pengurus pelaksana yang dipilih warga bernama Rudiari(32), dan Andoko (33), sebagai pengelola.

Kepada media ini Rudiari menerangkan bahwa, ” 2 (dua) tahun yang silam Pemkab Simalungun memberikan bantuan pada warga Nagori Naga I Kec. Bandar Huluan, berupa Bangunan Biogas yang bahan dasarnya dari kotoran sapi, dan sebagai pengelolah warga setempat, dan tenaga ahli (Konsultan) yang diutus oleh Pemkab Simalungun, ” tukasnya.

” Setelah bangunan Biogas selesai cara kerjanya dipandu tenaga Ahli (Konsultan) dari Pemkab Simalungun, sesuai dengan panduan yang di praktekan ternyata tidak berhasil. Melihat kejadiannya tidak berhasil, Tenaga Ahli (Konsultan) langsung turun tangan mengelolah, agar Biogas berhasil, ternyata yang keluar bukan gas, tapi angin, dipancing api tidak menyala, ” Ungkap Rudiari.

” Bisa aja, Biogas tidak keluar, karena Tenaga Ahli (Konsultan) yang dikirim Pemkab Simalungun adalah Tenaga Ahli bal abal, ” ucapnya.

Warga Nagori Naga Jaya I mengharapkan pada DPRD Kab. Simalungun, selaku wakil rakyat agar turut membantu warga Nagori Nagajaya I untuk menurunkan yang
benar-benar Ahli untuk Biogas dari bahan baku kotoran Sapi (Lembu), agar bangunan memakan biaya puluhan juta yang dibangun Pemkab Simalungun jangan sia sia, ” tukasnya.|| whbb.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top