DI WONOREJO PEMATANG BANDAR, MUSIM PENGHUJAN, PETANI KOLAM IKAN MERUGI RATUSAN JUTA...

DI WONOREJO PEMATANG BANDAR, MUSIM PENGHUJAN, PETANI KOLAM IKAN MERUGI RATUSAN JUTA RUPIAH

    by -
    0 7

    Photo : Kepala Desa Wonorejo Sukesno memberi makan ikan, sisa ikan yang hanyut. (Whbb ~ red)

    PEMATANG BANDAR – Mitra Simalungun, Akibat curah hujan yang sangat tinggi, menimbulkan kepanikan bagi warga Peternak Ikan di Desa Wonorejo Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun, Jum’at (15/9), malam.

    Seperti diketahui, kehidupan warga Desa Wonorejo adalah bertani ternak ikan, baik ikan bibit, maupun ikan makan, dan setiap rumah tangga memiliki Indukan Ikan jenis Lele Dumbo dan juga Ikan Nila.

    Seperti Bapak Alwe (40), Warga Desa Wonorejo, di musim hujan bulan September ini, mengalami kerugian Ratusan Juta Rupiah, pasalnya Benteng kolam ikannya pecah dihantam luapan air hujan yang deras, akibat dari curah hujan yang tinggi, sehingga semua ikan miliknya hanyut ditelan banjir, padahal sudah menjelang panen.

    Demikian juga Bapak Sumari (45), juga Warga Wonorejo Kec. Pematang Bandar, mengalami kerugian Puluhan Juta Rupiah, karena ikan bibit Lele Dumbo dan bibit Ikan Nila yang dimilikinya, ikut lenyap hanyut ditelan air hujan yang curahnya sangat tinggi.

    Menurut Kepala Desa Wonorejo Sukesno, mengatakan,” Ada dua faktor yang mengakibatkan kerugian Petani Ikan di Desa Wonorejo, faktor pertama adalah Parit Skunder tidak mampu menampung curah hujan yang sangat tinggi, karena kondisinya kurang lebar dan kurang dalam, sebab sudah terjadi pendangkalan,” ucap Sukisno.

    ” Sebenarnya sudah waktunya Dinas Pertanian merehabilitasi saluran air tersebut, dan sudah pernah ada permohonan para petani melalui Proposal, yang diteruskan ke Rapat Harungguan, namun tidak pernah terjawab oleh Pemkab Simalungun,” ucap Sukisno.

    ” Faktor kedua adalah akibat curah hujan tinggi, bahkan setiap hari turun hujan, akhirnya Benteng Kolam yang terus menerus di siram hujan, menjadi lembab, tentunya tidak memiliki kekuatan menahan arus air, akibatnya Benteng pun menjadi pecah, sehingga isi kolam (ikan * red), hanyut  dibawa oleh air yang sangat deras,” ujarnya.

    Sukesno mengungkapkan,” hampir rata – rata, setiap musim penghujan, para petani ikan mengalami kerugian, kalau tidak di hantam banjir, bisa saja kesehatan ikan terserang penyakit,” ucap Sukisno.

    Menurutnya,” saat mus hujan, kesehatan ikan biasanya terserang penyakit dari jenis jamur, yang mengakibatkan ikan mengalami kematian, bahkan biasanya ikan yang mati mencapai 1000 ekor / jam, hal itu akibat dari serangan jamur ditubuh ikan,” ucap Sukisno lagi.

    Sementara Para Petani Ikan di Desa Wonorejo berharap,” Agar Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Simalungun, jangan  hanya diam saja, harus ada tindakan yang cepat, tapi sayangnya Ka UPTD Pertanian yang bertugas di Kecamatan Pematang Bandar ini, tidak pernah memperhatikan Pertanian di Kecamatan Pematang Bandar, padahal warga sudah memohon agar Ka UPTD Pertanian dan Perikanan di Kecamatan Pematang Bandar di ganti saja, sebab Kepala UPTD. Pertanian dan Perikanan bernama Dohari Sinaga, tidak peduli dengan kondisi Hamparan Persawahan di Kec. Pematang Bandar, saat di hantam banjir seperti ini, hal ini sangat mencoreng Nama Bupati Kab. Salungun DR. JR Saragih,” ucap para petani di Wonorejo.

    ” UPTD Pertanian kami tidak perna muncul, kami sangat mengharap agar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan,  segera bertindak sebelum pertanian dan perikanan di Pematang Bandar ” Hancur Total ,” tandasnya.|| whbb ~ red.