OPINI KITA

Dampak Negatif Jika Terlalu Bergantung Pada Orang Lain

Rekan Mitra yang Mulia🙏🙏

Manusia hidup memang membutuhkan bantuan orang lain, namun hal itu semestinya dilakukan proporsional dan tidak berlebihan.  Jika kita terlalu bergantung mengharapkan uluran tangan manusia lainnya,  maka akan berakibat buruk bagi diri kita sendiri.  Selain menjadi manja dan keenakan,  kamu akan mudah mengandalkan orang dan semakin mengerdilkan kemampuanmu dalam berbuat sesuatu.

* Tidak Mandiri.

Hidup di dunia ini memang penuh tantangan dan ujian,  namun jika terlalu mengharap kepada manusia lainnya,  kepekaan kita untuk bertahan hidup secara mandiri jadi tak berfungsi dengan baik. Ujungnya malah membuat dirimu merasa bergantungan terus dengan orang, sehingga setiap hal yang akan kamu kerjakan selalu berharap ada bantuan atau uluran tangan dari orang lain.

Jangan sampai untuk sesuap nasi saja kamu harus menengadah tangan memohon pada orang lain, selagi raga dan jiwamu sehat, jangan pernah menyerah dan gentar untuk melawan kerasnya dunia. Ingatlah, Tuhan tak kan tidur jika kita berserah pada-Nya dan senantiasa berikhtiar.

Pernahkah melihat serial Oshin, drama Jepang yang sangat fenomenal pada era  80-an, kamu akan sadar bahwa kehidupan keras dan ujian hidup mampu membentuk karakter orang untuk bisa bertahan dan menjadi mandiri.

Oshin menunjukan dirinya mampu melawan dunia meski pun ia tertatih dan sulit untuk mencari nafkah dalam menghidupi keluarga kecilnya. Semua bisa ia lakukan dengan kesabaran dan terus berusaha keras.

Kita juga gak boleh nyerah dan terlalu bergantung pada orang lain sesulit apapun medannya. Andalkan Sang Maha Pencipta dan kencangkan ikat pinggang untuk memaksimalkan ikhtiar.

* Tidak Ada Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri.

Dampak negatif jika terlalu bergantung pada orang adalah kamu akan mudah menanggalkan tanggung jawabmu.  Padahal setiap orang wajib untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Ketika diri sudah terlalu bergantung pada orang lain, kamu jadi keenakan dan malas untuk berbuat banyak.

Tanggung jawabmu seolah menguap karena merasa sudah aman dengan memperoleh bantuan orang lain. Kalau sudah begini, tanggung jawabmu pada diri sendiri akan memudar.

Coba lihat di sekitarmu, mungkin ada  banyak orang yang terlahir cacat dan tidak bisa berbuat banyak dengan fisiknya, namun mereka tidak pernah menyerah dalam berbuat sesuatu untuk perubahan hidupnya.

* Untuk Mengubah Keadaan Hidup Perlahan Mati.

Jika hidupmu kamu dedikasikan hanya untuk terus bergantung pada orang lain,  maka kamu akan sulit memanfaatkan kesempatan untuk mengubah keadaan hidupmu untuk menjadi lebih baik. Hidup memang selalu penuh liku, namun jika tidak awas dan mahir mengemudikannya, maka kamu kan terjatuh.

Orang-orang bijak kerap mengatakan bahwa ujian atau kesulitan dalam hidup adalah peluang untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.

Maka dari itu jangan langsung menyerah, atau berputus asa terhadap kemampuan dirimu. Manfaatkan momen ujian hidup yang kita lalui sebagai sebuah peluang untuk menggali potensi diri, dengan demikian akan banyak Ide ide brillian yang tercetus dibenakmu untuk segera kamu realisasikan.

Kamu pun tidak lagi  pasif namun menjadi pribadi yang aktif dan terus berinovasi.

* Diwarnai Dilema & Rasa Kecewa.

Bergantung pada orang lain, tentu akan membuatmu dilema atau harap-harap cemas akan bantuan dari orang lain.

Jika bantuan datang, kamu akan merasa gembira dan senang, namun sebaliknya saat orang lain menutup diri untuk mengulurkan bantuan padamu, kamu merasa cemas dan ujungnya akan kecewa lantaran tak kunjung mendapatkan bantuan dari orang lain.

Ketahuilah,  mengharap pada manusia tak akan membuat hidupmu lebih baik,  cukup gantungkan harapanmu pada Sang Maha Pengasih, karena Dia yang akan menunjukkan jalan lurus untukmu melangkah. Bahkan untuk meraih puncak kejayaan Tuhan Yang Maha Pengasih sentiasa akan membantumu, bila kau tidak putus asa.

Adapun berpangku tangan pada orang lain malah membuatmu dibuai harapan-harapan palsu, karena tidak semua orang di dunia ini dapat mengerti kondisimu dan mau tahu dengan apa yang terjadi pada dirimu.  Untuk itu bersahabatlah dengan dirimu sendiri untuk berjuang meneruskan hidup. Meski kamu tak dibantu orang lain.

Namun tanamkan karakter untuk senantiasa MEMBANTU orang lain dalam keadaan sulit yang mereka alami.

Yakinlah,  jika kamu melepaskan kesulitan orang lain, kamu pun akan memperoleh bala bantuan lewat campur tangan Tuhan dalam setiap langkah kakimu.

* Jadi Pecundang Karena Mengandalkan Orang Lain.

Bergantung pada orang lain membuatmu seolah membatasi ruang gerak untuk mengembangkan kreativitas yang kamu punya.

Kamu hanya bisa menengadahkan tangan dan meminta kepada orang lain dengan berharap mereka membantumu.

Kalau sudah seperti ini,  kamu bisa menjadi pecundang yang hanya menunggu orang lain berbuat sesuatu padamu.

Ingatlah, mengandalkan orang lain bukanlah fungsi utama  seorang manusia, karena sudah seharusnya kita sebagai manusia lebih banyak  memberi dari pada menerima.

Alhasil, jika kita selalu di posisi menerima, kita malah keenakan dan tidak mau mengandalkan diri sendiri untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Memberi tidak akan membuatmu miskin,  justru Tuhan akan beri ganjaran terbaik berupa pahala terhadap ketulusanmu membantu orang lain.

Dan ingat,  sesuatu yang kamu beri pada orang lain akan diganti pula oleh-Nya,  maka jangan pernah merasa kurang ketika sudah mengulurkan bantuan pada orang lain.

FIKIRAN NEGATIF yang kamu alami jika terus saja bergantung pada orang lain, baik itu pada temanmu, keluargamu,  atau orang di sekitarmu. Membuat kamu lemah.

Cobalah untuk mengubah kebiasaan bergantung pada orang lain dengan menanamkan pola pikir begini :

” Apa yang bisa aku bantu untuk menolong orang lain?”

Dengan pemikiran seperti itu,  kamu akan terus bersemangat menebar kebaikan meski hidupmu serba kekurangan. Yaqinlah Tuhan Yang Maha Kuasa akan mencukupi kamu. Mewujudkan semua Cita-cita kamu, Aamiin..|| redaksi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top