Batu Bara-Asahan

Alamaakk…!! Penyiar Radio Katanya Coba Memeras Direktur RSUD Batu Bara

Keterangan Photo : JL saat menjalani pemeriksaan di Polres Batubara.

Batubara | Mitra SimalungunMemang semakin macam-macam saja modus tindak kriminal yang dilakukan orang, JI (26) warga Dusun V desa Gambus Laut kecamatan Limapuluh – Batubara yang kesehariannya berprofesi sebagai penyiar radio ‘Odan’ ini, disebut-sebut coba memeras oknum Direktur RSUD dr. Juri Freza.

Rabu (21/11/2018), JI pun langsung digelandang ke Mapolres setempat setelah dipancing oleh dr. Juru untuk bertemu di gedung DPRD Batu Bara. Sebelumnya kepada sang Direktur RSUD, saat ditelepon JI mengatakan kalau ia berani menghubungi Juri atas sebab suruhan oknum Kasi Intel Kejari Batubara.

Sewaktu berada di Mapolres Batu Bara jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, kepada sejumlah awak Media, Direktur RSUD Batubara dr. Juri Freza menerangkan bahwa sebelumnya ada orang yang menelpon dirinya dan mengaku disuruh pak Haris Kasi Intel Kejari Batubara guna meminta bantuan untuk sosialisasi di Medan sebesar Rp. 5 Juta.

Lalu tanpa pikir panjang, dr. Juri Freza pun menyuruh oknum yang meminta bantuan tersebut agar menemui nya di gedung DPRD Batubara di Lima Puluh, oleh karena sang Direktur sedang berada di tempat yang sama. Si Terduga Pelaku pemerasan sendiri sekali lagi sempat mengulang ucapannya, bahwa ia hanya merupakan seseorang yang disuruh.

Sedang cuma berselang hitunga menit, lantas dr. Freza segera menghubungi oknum Kasi (Kepala seksi -red) Intel (inteligen) yang dimaksud pelaku. Dan kepada dr.Juri Freza, oknum Kasi Intel spontan membantah bahwa dirinya ada menyuruh orang untuk meminta bantuan kepada sang Direktur RSUD tersebut.

Kemudian JI oknum penyiar Radio Odan Pemkab Batubara itu pun bergegas mendatangi dr. Juri Freza, disalah satu ruangan yang ada di gedung DPRD Batu Bara. Dan setelah tak berapa lama terduga pelaku bertemu dengan Direktur RSUD, ia nya langsung ditangkap dan diboyong ke Kejari Batubara. Selanjutnya dari kantor Kejari tersebut, diteruskan ke Polres Batubara didampingi 3 orang staf Kejari Batubara.

Secara terpisah kepada Media ini, Septian Napitupulu staf Sie Intelinjen Kejari Batubara menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi tentang dugaan tindak pidana pemerasan yang mengatas namakan Kasi Intel Kejari Batu Bara dari Direktur RSUD pada waktu siang hari sebelum terduga pelaku digelandang ke Mapolres Batu Bara.

“Kami dan saya pribadi sangat terkejut ketika Direktur RSUD dr.Juri Freza menginformasikan bahwa ada oknum yang meminta bantuan uang dengan mengatas namakan atas suruhan Pak Kasi Intel Kejari, maka sebab itu kami meminta supaya yang bersangkutan kasusnya diproses dan langsung ditahan”, ujar Septian salah seorang staf intel Kejari yang ikut mendampingi Direktur RSUD membawa JI ke Polres Batubara.

Berbeda dengan pernyataan Direktur RSUD dr. Freza yang mengaku ditelepon seseorang yang mengatakan disuruh Kasi Intel Kejari Batubara, Kadis Kominfo Batubara Andri Rahardian, AP juga mengaku ditelepon seseorang namun sang penelepon mengaku polisi dengan nama Jimmi.

Namun seperti dituturkan Andri orang yang mengaku polisi tersebut meminta dirinya untuk mengirimkan anggota untuk gotong royong. Masih menurut Andri, karena besok (22/11) memang ada kegiatan di Polres Batubara dengan serta merta Andri menyuruh JI yang merupakan anggotanya di Radio Odan milik Pemkab Batubara.

Kepada penelepon Andri memberikan nomor HP JI dengan tujuan agar dapat ditemui. Namun ternyata si penelepon menyuruh JI untuk mengambil uang dari dr. Freza. Saat tiba di halaman gedung DPRD tersebutlah JI langsung ditangkap dan diboyong ke Kejari dan selanjutnya ke Polres Batubara.

Saat dikonfirmasi wartawan di Polres Batubara, JI mengaku tidak mengenal sipenelepon dan juga dr. Freza. Hingga saat ini JI masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Resum Sat Reskrim Polres Batubara. (BP)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top