Abrasi Bibir Pantai Ancam Ratusan Pemukiman Warga Di Batu Bara

Abrasi Bibir Pantai Ancam Ratusan Pemukiman Warga Di Batu Bara

by -
0 19
Mitra Simalungun : Liputan Berita Terpercaya

BATU BARA-Mitra Simalungun, Abrasi air laut di bibir pantai Kabupaten Batu Bara, sangat dikhawatirkan berakibat mengancam keberadaan ratusan pemukiman satu desa serta kelurahan di kecamatan Tanjung Tiram.
Saat ini jalan inti atau infrastruktur sebagai jalur utama menuju desa Bandar Rahmat, kec. Tanjung Tiram sendiri memang sudah sangat begitu hancur lebur. Bahkan di lingkungan Bagan Luar, kelurahan Bagan Arya. Hantaman ombak laut telah pun menjadi penyebab jalan beton sepanjang 100 meter, terlihat terbelah seperti usai terkena dampak bencana gempa bumi berskala besar.
Sebuah desa berikut satu kelurahan yang letaknya persis dipinggir laut Tanjung Tiram itu pun, sekarang kondisinya nyaris tidak berjarak dengan bibir pantai. Apalagi ketika pasang besar atau air laut meluap ke daratan. Terlihat air laut tersebut, akan langsung menggenangi rumah-rumah warga di dua daerah ini.
Meski sebelumnya telah dibangun tembok pemecah ombak, yang disusun dengan hanya menggunakan batu padas dan jenis bahan bangunan lainnya menggunakan karung yang berisi pasir, namun ancaman abrasi masih saja terus mengancam ratusan pemukiman warga. 
Salah seorang warga Bagan Arya bernama Fauzi, ketika ditemui kru media ini pada Kamis (6/7) mengungkapkan bahwa abrasi yang menimpa kampung tempatnya bermukim pun sudah terjadi sejak 3 tahun yang lalu. 
Menurut Fauzi, salah satu penyebabnya diduga kuat karena pengambilan pasir kuarsa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Meski pernah dilarang aksi pengambilan masih terus dilakukan, sehingga dasar bibir laut semakin tergerus, sedang gelombang air nya sudah sangat dekat hingga kepemukiman warga. 
Lebih lanjut Fauzi menuturkan, pemerintah setempat pernah membangun tanggul untuk menahan terjangan ombak besar. Namun kekuatan tanggul yang dibangun oleh pemerintah setempat, sepertinya tidak mampu menahan ombak laut yang cukup besar.
Pantauan wartawan ini di dilokasi dua desa, akibat abrasi kondisi jalan umum yang menghubungkan pemukiman masyarakat pun tampak mengalami kerusakan parah. Kemudian sampai berita ini diterbitkan, tampaknya belum terlihat ada upaya pemerintah untuk mengantisipasi abrasi yang semakin terlihat melebar. 
Sementara itu ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Kepala BNPB kab. Batu Bara Mhd Nasir Yohanan mengatakan bahwa dirinya masih berada diluar daerah. “Besok saja sekalian ada kegiatan di desa Bandar Rahmat”, bilangnya singkat dari seberang telepon.|| Bima.