Minggu, Oktober 22, 2017

Daily Archives: Sep 24, 2017

    by -
    0 11

    Photo : Boy saat di konfirmasi awak media dilokasi ternak ayam.

    Dolok Batu Nanggar – Mitra Simalungun, Warga Huta 1 Nagori Bahung Kahean Kecamatan Dolok Batunanggar Kab Simalungun meminta penutupan peternakan ayam milik Saipul Bahri warga Nagori Bandar Selamat.

    Pasalnya Usaha ternak ayam yang terletak di Huta 1 Nagori Bahung Kahean ini dianggap meresahkan warga setempat karena bau kotoran dan pakan ayam serta bangkai ayam dari kandang tersebut. Bukan hanya itu, warga takut jika suatu saat nanti akibat polusi udara yang berasal dari kandang ayam akan mengakibatkan penyakit pernapasan.

    Warga sekitar peternakan ayam, Romin (40) didampingi warga lainnya mengatakan, sejak berdirinya usaha ternak ayam di kampungnya, sangat meresahkan. Hal ini disebabkan bau busuk yang sangat menyengat.

    Dikatakannya, peternakan ayam yang memiliki kandang yang ditaksir berisi 7000 ekor ayam tersebut, selalu dihinggapi ribuan lalat, yang tentunya menghampiri pemukiman warga.

    ” Sejak pertama ada peternakan ini, warga selalu protes. Karena kandangnya dekat sekali dengan pemukiman warga. Hanya berjarak beberapa meter. Sudah bau, menghasilkan banyak lalat, tentu ini tidak baik untuk kesehatan warga sini,” ujarnya saat ditemui Awak Media, Minggu (24/9) sekira jam 10.00.wib.

    Lain lagi dikatakan Mbah Lasinim, Bau menyengat dari peternakan sangat menyengat.

    Bahkan, di lokasi juga banyak lalat, yang masuk hingga ke dalam rumah warga. Jarak rumah warga dengan kandang peternakan ayam pun sangat dekat.

    ” Sekarang saja banyak lalatnya, apalagi ini kalau mereka sudah panen. Ribuan lalat hinggap sampai ke dalam rumah warga,” ungkapnya.

    Penjaga Peternakan Ayam, Boy warga Bahapal Bandar Huluan mengatakan, ia ada memang warga yang mengeluhkan hal ini. Dikatakannya, kami disini menyewanya hanya setahun, bulan sepuluh ini uda habis kontrak dan kami akan tutup menunggu panen sekali ini,” katanya.

    Sementara Poniman (52) Panghulu Nagori Bahung Kahean Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kab Simalungun juga membenarkan keluhan warga dua bulan lalu dan sudah menyurati desa dan selanjutnya Camat Dolok Batunanggar Zainah. S.Pd, juga sudah turun ke lokasi. ujarnya.|| TIM.

    by -
    0 3

    Tebingtinggi – Mitra Simalungun, Pelantikan PD Ikatan Guru Dosen Alwasliyah (IGDA) Tebingtinggi periode 2017-2021 berlansung di auaa gedung sekolah Al-Wasliyah Tebingtinggi, Sabtu (23/9),  turut dihadiri Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan yang juga Dewan Penasehat IDGA Tebingtinggi, Ketua PD IGDA Sumut, Milhan dan Ketua Al Wasliyah Tebingtinggi, Ustad Ghazali Saragih.

    Selain itu kegiatan ini juga dhadiri sesepuh Al Wasliyah Tebingtinggi, Daniel Sultan yang juga Ketua Kadin Tebingtinggi serta beberapa pimpinan ormas Islam dan pimpinan OPD Dalam arahannya Walikota Umar berpesan bahwa pelantikan yang dilaksanakan hari ini merupakan suatu indaktor, bahwa mekanisme organisasi berjalan baik.

    Salah satu tujuan kemerdekaan negara RI, lanjut Umar, adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan jalannya adalah melalui suatu jenjang pendidikan dan mustahil suatu bangsa akan cerdas tampa melalui pendidikan formal atau non formal.

    Untuk itu IGDA Tebingtinggi yang merupakan bagian dari organisasi Al Wasliyah, wajib menjaga nama baik Al Wasliyah dan menyesuaikan misinya dengan misi Al Wasliyah dan IGDA Pusat atau Provinsi.

    Jangan sampai yang satu jalan ke kanan yang lain ke kiri dan sampai kapanpun tak akan ketemu arahnya, sebut Umar.

    Untuk itu, menjadi kewajiban pula bagi IGDA untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuannya, guru atau dosen. Artinya, jangan sekali-kali menganggap dirinya lebih pintar dari anak muridnya atau mahasiswanya, karena saat ini Ilmu Teknologi (IT) terus berkembang.

    Bisa saja murid atau mahasiswanya lebih dahulu tau dari pada guru atau dosennya dengan memanfaatkan IT, terangnya.Disampaikan Umar, dengan jaman terbukanya informasi publik saat ini dan dilengkapi dengan sarana dan prasana, siapa saja bisa memperoleh informasi secara terbuka dapat di akses ilmu pengetahuan apa saja, dari dalam dan luar negeri, untuk itu guru dan dosen, jangan sampai tertinggal.

    IGDA ini selain berprofesi sebagai guru mata pelajaran umum, juga menjaga dan mengajarkan akidah terhadap murid dan mahasiswanya, karena itu murid atau mahasiswa Al-Wasliyah selain ilmu pengetahuannya baik, juga akhlaknya mulia, kata Walikota.Sebelumnya Ketua AlWasliyah, Ustad Gazhali Saragih, berharap dengan terbentuknya IGDA Tebingtinggi akan dapat bersama-sama dengan organisasi lainnya yang dibentuk demi membawa kemajuan bagi Al Wasliyah Tebingtinggi khususnya.

    Pada pelantikan pengurus PD IGDA Tebingtinggi periode 2017-2021 ini, sebagai Ketua Sayiful Azhar, Sekretaris Wan Hamdani Ismail dan Bendahara Alwi Siregar dilakukan Ketua PW IGDA Sumut, Milhan. pada kesempatan itu juga jas kehormatan IGDA diberikan kepada Walikota, Umar Zunaidi Hasibuan. (Rey)

    by -
    0 2

    Tebingtinggi – Mitra Simalungun, Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) merupakan satu program nasional yang Inpresnya sudah diterbitkan Presiden RI, dan kewajiban kita untuk mensukseskannya termasuk di Tebingtinggi.

    Banyak pertimbangan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan Germas ini, diantaranya besarnya biaya yang dikeluarkan untuk program menjadikan masyarakat Indonesia, dan ini kurang pemahaman tentang pola hidup sehatDemikian hal ini diungkapkan Walikota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan saat pencanangan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang digelar di lapangan Merdeka Sri Mersing Tebingtinggi dan turut dihadiri Kadis Kesehatan Provsu yang diwakili Kabid Penmas, Radesman dan para pimpinan OPD, Sabtu (23/9).

    Lebih lanjut disampaikan Walikota, kesehatan itu sangat penting bagi kehidupan manusia, siapa saja tanpa kecuali sebab dengan tubuh yang sehat dan pemikiran yang sehat pula dan akan lahir pula kebijakan-kebijakan baik.

    Menurut Umar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan di antaranya, menjaga pola makan sehat, 4 sehat 5 sempurna, tidak merokok, tidak minum alkohol dan rutin berolahraga.Sebelumnya, Kadis Kesehatan Provsu yang diwakili Radesman, menyampaikan apresiasi kepada Pemko Tebingtinggi yang telah mencanangkan program Germas ini. Yang teristimewanya, bahwa pencanangan Germas yang dilakukan hari ini merupakan inisiatif dari Pemko Tebingtinggi melalui Dinkes dan biaya swadaya, tanpa ada anggaran dari Dinkes Provsu,” cetusnya.

    Dalam kegiatan pencangan Germas ini, diisi dengan senam dan pemeriksaan kesehatan secara gratis, dan penarikan lucky draw dengan berbagai macam hadiah. (Rey)

      by -
      0 10

      Simalungunn – Mitra Simalungun, Satu pucuk Senjata Api dan 5000 peluru slongsongan Laras Panjang diamankan petugas kepolisian sektor Bangun diareal perladangan milik Suriadi (35) di jalan Arjosari Huta 1 Nagori Karang Rejo Kecamatan Gunung Maligas, Sabtu (23/9) sekira jam. 09.00 Wib.

      Hingga kini polisi masih menyelidiki kepemilikan peluru srongsongan tersebut.

      Kapolsek Bangun AKP. Jarosman Sinaga melalui Kanitreskrim IPTU. Juni Hendrianto. SH, menuturkan,” penemuan 5000 perluru tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Suriadi, yang beralamat di Huta 1 Nagori Karang Rejo Kecamatan Gunung Maligas. 

      Adapun jenis peluru serongsongan satu butir peluru tajam  jenis kaliber 7,62 mm, Selongsong jenis kaliber 7,62 mm, Selongsong jenis kaliber 5,56 mm, Selongsong jenis FN kaliber 9 mm, Selongsong jenis peluru hampa kaliber 5,56 mm, jadi jumlah seluruhnya sekira 5000 butir slongsong.

      Diterangkannya, sekira jam 09.00.wib, Suriadi sedang mencangkul diareal perladangan miliknya di jalan Arjosari Huta I Nagori Karang Rejo Kecamatan Gunung maligas untuk bercocok tanam sawi dengan cara membuat  bedengan / gundukan tanah, Saat akan mencangkul – cangkul tersebut mengenai suatu benda yang berada di dalam tanah.

      Kemudian Suriadi berusaha membongkarnya ternyata menemukan selongsong peluru dengan jumlah begitu banyak, kemudian membertahukan kepada Panghulu Mulyono dan Bhabinkamtibmas Aiptu Amril Yoesnedi .

      Selanjutnya Personil bersama Anggota Koramil 08 Bangun, melakukan pembongkaran  serta pembersihan selongsong dengan cara mencuci dengan air, barang bukti tersebut diamankan dikantor Koramil,” capnya.

      Menurutnya, selonsong peluru tersebut berasal dari Poniran (40), tukang kapas warga jalan Arjosari, sewaktu sedang berjualan kapas di Porsea KabupatenToba Samosir dan membeli dari masyarakat  barang tersebut di jual kembali karena terbuat dari kuningan akan tetapi tidak ada yang mau, selanjutnya Ponirin menanam barang tersebut di Perladangan milik Suriadi,” kata Kanitreskrim.|| Argian

      by -
      0 11

      Photo : Personil Polsek Bangun saat melakukan penggerebekan.

      Simalungun – Mitra Simalungun, Polsek bangun yang dipimpin oleh AKP J Sinaga berhasil mengamankan 300 kg ganja kering yang telah dikemas dalam bentuk bal dari desa Karang Bangun Kecamatan Siantar Kab Simalungun, Sabtu (23/9), sekira jam 19.00 Wib.

      Informasi dihimpun, S Silalahi (45) mengatakan jika barang tersebut diamankan dari dalam rumah Zulhamzah Saragih alias Adol (42). Saat barang tersebut diamankan, kondisi rumah dalam keadaan kosong dan diduga pemilik barang tersebut melarikan diri.

      ” Sepertinya melarikan diri dia bang. Karena tadi sore masih kelihatan di didepan rumahnya. Saat penggerebekan lebih dari sepuluh orang personil polisi dilokasi bang. Mengenai istri dan anaknya tidak tau bang,” Katanya singkat.

      Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Bangun Iptu Juni membenarkan penemuan barang tersebut dirumah adol sekira pukul 19.00 wib.

      ” Sabar ya bang, temuan ini masih kita lakukan penyelidikan. Nanti kapolres Simalungun yang memberikan keterangan lebih rinci,” Ucapnya.

      Pantauan awak media di Sat Narkoba Polres Simalungun jalan asahan, ratusan Bal ganja diamankan.|| Tim.